Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35364
Title: Pemikiran pendidikan islam menurut K.H. Ahmad Dahlan
Authors: Dwi Puspa Khairunnisa
Advisors: Din wahit
Issue Date: 18-Jul-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin
Abstract: dikan yang berbeda yaitu pendidikan tradisional dan pendidikan sekuler. Pendidikan tradisional adalah lembaga pendidikan pesantren yang dikelola oleh umat Islam atau ulama-ulama Muslim dan hanya diajarkan ilmu agama saja. Sedangkan, pendidikan sekuler adalah pendidikan sekolah umum yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda dan hanya diajarkan ilmu pengetahuan umum saja. Pada awal abad 20 masyarakat Muslim beranggapan bahwa akan dianggap kafir apabila anak-anaknya dimasukkan ke sekolah pemerintah Hindia Belanda yang memakai sistem Barat yaitu bercelana panjang, berjas, berdasi dan lain sebagainya. Anggapan ini membawa pengaruh besar terhadap ekonomi Muslim yang mengakibatkan masyarakat Muslim tidak memiliki akses ke sektor-sektor pemerintahan dan perusahaan-perusahaan swasta. Untuk memperbaiki kondisi pendidikan umat Islam di Indonesia khususnya umat Muslim, maka salah satu tokoh pembaharuan yaitu K.H Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah 1912 yang berasal dari Kauman Yogyakarta, juga terkenal sebagai seorang aktivis sosial keagamaan menawarkan sistem pendidikan baru dengan mengkolaborasikan ilmu agama dan ilmu umum. Menurutnya hanya melalui pendidikan seperti ini, kondisi umat Islam di Indonesia dapat berkembang lebih baik secara ekonomi-pendidikan dan pendidikanekonomi. Melalui Muhammadiyah, K.H Ahmad Dahlan mendirikan sekolah-sekolah model Belanda yang mengkolaborasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Adapun kurikulum yang diterapkan K.H Ahmad Dahlan pada sekolah Muhammadiyah meliputi integrasi ilmu dan amal, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, kebebasan berfikir dan pembentukan karakter dengan tujuan peserta didik mempunyai wawasan yang luas dan ahli dalam segala bidang ilmu pengetahuan, baik umum maupun agama, sehingga peserta didik dapat mengembangkan atau mengamalkan ajaran-ajaran/teori-teori yang diajarkan pendidik, serta tidak mengikuti pendangan orang lain tanpa tahu alasannya (taqlid) dan peserta didik harus menanamkan jiwa sosial, moral dan beragama pada kehidupan sehari-hari
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35364
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
DWI PUSPA KHAIRUNNISA-FU.pdf2.18 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.