Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35363
Title: Kehendak bebas dalam pandangan Jalal Al-Din Rumi
Authors: Huda Riyana Yasin
Advisors: Hanafi Arsyad
Issue Date: 15-Jun-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin
Abstract: Perdebatan teologis tentang kehendak bebas telah menjadi perdebatan lawas antara Jabariyyah dan Qadariyyah . Dalam hal ini Jabariyyah memandang semu kehendak bebas yang ada dalam diri manusia. Manusia hanya sekadar lakon atau pemeran dalam sebuah skenario Tuhan, manusia tunduk di bawah takdir yang telah ditetapkan semenjak azali. Lain halnya dengan Jabariyyah , Qadariyyah memandang manusia memunyai kehendak bebas. Tuhan tidak ikut campur dalam menentukan perjalanan hidup manusia. Banyak lagi pendapat para teolog mengenai kehendak bebas. Namun apa jadinya jika problem teologis tentang kehendak bebas ini dibahas dalam kaca mata tasawuf? Pada abad ke-7 H./ 13 M, hadir seorang sufi Persia yang semasa kecilnya telah diramal akan menggemparkan dunia tasawuf, Jalāl al-Dīn Rūmī, yang dalam hal kehendak bebas menentang keras pandangan kaum Jabariyyah yang secara langsung melemahkan semangat manusia. Menurut Rūmī, kehendak bebas yang ada dalam diri manusia adalah riil. Kehendak bebas tidak bertentangan dengan takdir. Takdir menurut Rūmī tidak lain adalah hukum kehidupan, dengan kata lain “konsekuensi” dari perbuatan kita. Rūmī sepakat bahwa dalam hal “takdir tidak dapat diubah”, akan tetapi devinisi tentang takdir yang Rūmī suguhkan berbeda. Konsep kehendak bebas Rūmī ini mengajarkan kita untuk berusaha dan mealakukan kerja keras, bukan mengajarkan untuk bersikap pasrah (tawakkal). Rūmī merumuskan tawakkal dalam kalimat yang sederhana, “Taburkan benih! Lalu barulah mengharap buah.”.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35363
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NURUL ULYA-FAH.pdf955.82 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.