Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35326
Title: Pola komunikasi pemangku jabatan keraton kasepuhan dengan pejabat pemerintah Kota Cirebon
Other Titles: --
Authors: Ahmad Fajar Nugraha
Advisors: Zakaria
Keywords: pola bintang, pola horizontal
Issue Date: Jan-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Cirebon merupakan suatu daerah yang berada di pesisir Jawa Barat. Sebagai salah satu daerah tertua di Indonesia, Cirebon pun memiliki sejarah yang cukup panjang. Hal ini bisa kita lihat dari warisan cagar budaya berupa Keraton yang hingga saat ini masih ada dan turut memegang peranan penting pada masyarakat Cirebon, utamanya perihal masalah budaya dan kebudayaan. Dengan masih berdiri dan berperannya Keraton membuat Cirebon memiliki dua model pemerintahan, Keraton Kasepuhan sebagai pemerintahan kultural dan Pemerintah Kota sebagai pemerintahan struktural. Keberadaan dua pemerintahan tersebut tentunya sangat rentan akan konflik jika tidak dilakukan upaya pemeliharaan hubungan yang baik. Upaya pemeliharaan hubungan yang baik tersebut mutlak dilakukan demi kemajuan Cirebon secara struktur dan infrastruktur. Berdasarkan pemaparan di atas tersebut ditemukan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pola komunikasi pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dengan pejabat Pemerintah Kota? Bagaimana pola komunikasi pejabat Pemerintah kota dengan pemangku jabatan Keraton Kasepuhan? Metode penelitian yang digunakan kali ini adalah penelitian kualitatif. Di mana peneliti berupaya untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik yang dicetuskan oleh George Herbert Mead. Dalam hal ini individu bergerak atau merespon stimulus bergantung pada simbol yang digunakan dan pemaknaan dari simbol tersebut. Kemudian, penelitian ini juga menggunakan konsep pola komunikasi formal dan informal yang digagas oleh Khomsahrial Romli. Selain itu, digunakan juga konsep pola komunikasi menurut H.A.W Widjaya dalam bukunya Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Ada empat pola komunikasi yaitu pola roda, pola rantai, pola lingkaran dan pola bintang. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, pola komunikasi yang digunakan oleh pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dan pejabat Pemerintah Kota adalah pola-pola komunikasi yang berorientasi pada kesetaraan komunikator seperti pola bintang dan pola horizontal. Pola bintang dan pola horizontal memungkinkan setiap komunikator untuk saling bertukar pesan dan memberikan respon secara langsung tanpa memandang status sosial ataupun hal-hal yang dapat membedakan hak-hak komunikator dalam berbicara.
Description: vi, 96 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35326
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AHMAD FAJAR NUGRAHA-FDK.pdf16.63 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.