Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35320
Title: Rehabilitasi sosial untuk penyalahguna napza di Yayasan Karya Peduli Kita Tangerang Selatan
Other Titles: --
Authors: Roudhotul Firdha
Advisors: Ismet Firdaus
Keywords: rehabilitasi sosial;penyalahgunaan NAPZA;Yayasan Karya Peduli Kita
Issue Date: Oct-2016
Publisher: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Series/Report no.: --;--
Abstract: Permasalahan narkoba saat ini tidak mudah untuk ditangani karena antara produsen, pengedar, dan pengguna sulit untuk terdektesi. Anak-anak mulai dari usia 14 sampai 18 tahun yang merupakan usia rawan ingin mencoba narkoba. Sehingga peran rehabilitasi dalam pemulihan ketergantungan bagi penyalahguna narkotika sangat penting, baik rehabilitasi sosial ataupun medis karena semakin bertambahnya pecandu narkotika di Indonesia. Efektifitas rehabilitasi untuk memulihkan korban dari narkotika sangat diperlukan, mengingat sulitnya korban atau pengguna narkotika untuk dapat terlepas dari ketergantungan narkotika secara individu. Yayasan Karya Peduli Kita adalah tempat rehabilitasi sosial yang menyediakan program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, seperti program ganggguan penggunaan zat untuk remaja, wanita, eksekutif muda, orang dengan gangguan pesikologis,dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses rehabilitasi sosial dan bagaimana hasil rehabilitasi sosial yang diberikan Yayasan Kapeta bagi klien penyalahguna NAPZA. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan kumpulan data dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang diperoleh dari informan yang berjumlah 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rehabilitasi sosial Yayasan Kapeta melalui beberapa fase, mulai dari fase rawat inap sampai dengan fase rawat jalan. Dalam rawat inap, diawal bulan klien dilakukan Asesmen kemudian diberikan rencana rawatan, pemahaman adiksi, kesehatan diri, di bulan kedua klien mulai mengembangkan rencana rawatan, lalu diberikan edukasi pemahaman tentang pemulihan, pendidikan kesehatan diri, diberikan keterampilan hidup dan pencegahan kekambuhan, kemudian di fase bulan ketiga ini adalah akhir dari rawat inap dimana klien sudah pada tahap pemantapan rencana rawatan, dengan diberikan terapi pencegahan kekambuhan, lalu ditambahkan dengan kelompok bantu diri, dan dialog untuk keluarga bersama YKPI (Yayasan Keluarga Pengasih Indonesia) kemudian dilanjutkan rencana rawat jalan, rawat jalan dilakukan selama 3 bulan sesuai dengan kebutuhan klien. Dalam tahap ini klien sudah boleh pulang ke rumah, dan hanya beberapa hari berada di tempat rehabilitasi. Kegiatan yang dilakukan selama rawat jalan tidak jauh berbeda dengan saat klien melakukan rawat inap, klien tetap mendapatkan konseling individu, terapi kelompok, mendapatkan kelompok dukungan, dan kelompok bantu diri, juga mendapatkan kegiatan vokasional setelah itu dilakukan asesmen kembali untuk mengetahui perkembangan yang didapat setelah menyelesaikan rawatan. Dan hasil dari rehabilitasi bisa dilihat dari niat klien itu sendiri apakah dirinya mau untuk berubah atau ada support system seperti keluarga tetapi tujuan Yayasan Kapeta ialah melakukan kondisi abstinen yaitu berpantang dari segala bentuk pemakaian dan penyalahgunaan zat serta alkohol. Kata Kunci : Rehabilitasi Sosial, Penyalahgunaan NAPZA, Yayasan Karya Peduli Kita.
Description: vi, 99 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35320
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ROUDHOTUL FIRDHA-FDK.pdf6.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.