Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35313
Title: Strategi pemberdayaan komunitas punk
Other Titles: --
Authors: Muhammad Ni’am
Advisors: Nurkhayati Nurbus
Keywords: publikasi;distribusi;pemasaran hasil karya seni
Issue Date: Jan-2017
Publisher: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Series/Report no.: --;--
Abstract: Istilah punk atau komunitas punk di Indonesia menunjuk pada sekumpulan individu penghuni jalanan yang berdandan ala punk (pakaian lusuh, sepatu booth, badan bertatto, tindikan dan lain-lain). Hal tersebut menimbulkan stigma masyarakat melekat terhadap punk, bahwa punk atau komunitas punk adalah sekumpulan individu yang perusuh, pemabuk, dan meresahkan masyarakat. Komunitas punk atau punk secara umum memang terkesan eksklusif dan menutup diri dari masyarakat umum, sehingga stigma masyarakat terhadap punk dan komunitasnya semakin kuat. Komunitas Punk Taring Babi merupakan salah satu komunitas punk yang bermarkas di daerah Jakarta Selatan, dimana komunitas ini menunjukkan eksistensi dan aktifitas mereka yang berlabel punk. Dengan kemandirian, menghargai kebebasan dan kedaulatan individu, komunitas ini melakukan aktifitas produktif dengan bermain musik dan berkarya seni. Dengan sistem kolektif, mereka mampu memberdayakan komunitas dan anggotanya, sehingga komunitas ini mampu berbaur dan diterima oleh masyarakat. Dalam penelitian ini ingin menganalisis bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan di Komunitas Punk Taring Babi, serta bagaimana strategi dalam memberdayakan komunitas dan anggota. Melalui peran yang dimainkan oleh para pendiri dan juga komunitas, bagaimana Komunitas Punk Taring Babi mampu memberdayakan komunitas dan anggota serta mampu berbaur dan diterima oleh masyarakat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, terlihat bahwa Komunitas Punk Taring Babi telah melakukan pemberdayaan terhadap anggota, komunitas, dan masyarakat dalam bentuk berkarya seni yang produktif. Strategi pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Direktif dan Non- Direktif. Pendekatan Direktif tersebut terlihat dari Sistem Kolektif dan Komunikasi Terbuka yang dipilih dan dilakukan oleh Stakeholder atau pendiri komunitas dalam pemberdayaan di Komunitas Punk Taring Babi. Selain itu juga terdapat strategi pemberdayaan dengan pendekatan Non-Direktif, hal tersebut terlihat dari keterlibatan penuh anggota komunitas dalam pemberdayaan. Pendekatan Non- Direktif tersebut terlihat dari kesadaran anggota komunitas untuk berdaya serta ketersediaan fasilitas dalam aktifitas pemberdayaan anggota komunitas, dan juga keterlibatan serta tanggung jawab anggota komunitas dalam bidang musik, sablon, cukilan, publikasi, distribusi, dan pemasaran hasil karya seni.
Description: viii, 108 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35313
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUHAMMAD NI'AM-FDK.pdf13.64 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.