Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35259
Title: Penafsiran Ayat-ayat Komunikasi Orang Tua dan Anak: Studi Analisis Tafsir Laṭāif Al-Ishārāt Karya Al-Qushayrī
Authors: Suliyono
Advisors: suryadinata
Issue Date: 22-Feb-2017
Abstract: Tesis ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat komunikasi orang tua dan anak perspektif al-Qushayrī, dan bertujuan mengeksplorasi ragam komunikasi dengan nilai pesan sufistik akhlāqī antara orang tua dan anak yang menjadi obyek penelitian ini. Adapun keempat pasang orang tua dan anak yang memenuhi kualifikasi yang menjadi obyek penelitian ini adalah Nabi Ibrāhīm dan Ismā’īl, Luqmān al-Hakim dan anaknya, Ya’qūb, Yūsuf dan Saudara-saudaranya, Nūḥ dan Kan’an. Pentingnya mengungkap sisi tasawuf, kaum sufistik menilai al- Qur’an merupakan kitab yang tidak hanya membahas firman-firman Allah yang bernuansa zahir, tapi al-Qur’an juga menyimpan pesan batin yang keluar dari ayat-ayatnya. Ketika para sufi menafsirkan al-Qur’an, mereka jauh melampaui pembacaan ayat-ayat secara zahir. Kalau kebanyakan tafsir sufi tendensi penafsirannya merujuk ulama-ulama sufi, akan tetapi Laṭāif al-Ishārāt termasuk tafsir sufistik moderat, yaitu tafsir sufistik yang mencantumkan hadis Nabi, asar sahabat, perkataan para mufassir sebelumnya, aspek gramatikal dan latar belakang ayat. Sebagai seorang mufassir lagi sufi, penafsiran al-Qushayrī tidak hanya tertumpu pada makna batin ayat, tetapi juga berpegang pada makna lahirnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan library research, dengan pendekatan tafsir yang bercorak tasawuf, tasawuf yang dijadikan tolok ukur adalah khusus tasawwuf akhlāqī, khususnya dalam pembahasan penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Adapun metode yang dipakai merupakan metode mauḍū’ī. Metode mauḍū’ī dipilih karena dinilai paling tepat –setidaknya hingga saat ini–, untuk mengkaji konsep-konsep al-Qur’an tentang suatu masalah, bila diharapkan suatu hasil yang utuh dan komprehensif. Karena penelitian ini menyangkut al- Qur’an secara langsung, maka sumber utama merujuk kepada kitab Tafsir Laṭaif al-Ishārat karya Imam al-Qushayrī. Sumber lainnya meliputi kitab-kitab tafsir untuk pembanding, buku, penelitian atau tulisan-tulisan lain yang terkait dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an bukan hanya memiliki makna lahir atau eksoteris semata, namun juga memiliki makna batin atau esoteris. Setidaknya ada dua alasan yang menguatkan adanya makna esoteris al- Qur’an. Pertama, al-Qur’an tidak hanya mempunyai makna lahir semata. Kedua, pengaruh paham tasawuf yang berimplikasi dalam menfsirkan al-Qur’an. Dengan demikian nilai sufistik yang dapat diambil dari ayat komunikasi orang tua dan anak yang ditampilkan Nabi Ibrāhīm dan Ismā’īl, Luqmān al-Hakim dan anaknya, Ya’qūb, Yūsuf dan Saudara-saudaranya, Nūḥ dan Kan’an dapat dipetakan sebagai berikut: Nilai tauhid, Sabar, maḥabbah, murāqabah, raja’, riḍa, dan tawakal
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35259
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
tesis.pdf4.3 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.