Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35220
Title: Analisis Semiotika Pemberitaan Seks Dan Kekerasan Pada Program Berita Reportase Malam Trans TV
Other Titles: --
Authors: Mohammad Arif Iman Dito
Advisors: Jumroni
Keywords: Analisis Semiotik;Agenda Media;Reportase Malam Trans TV
Issue Date: Aug-2016
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: ABSTRAK Mohammad Arif Iman Dito Analisis Semiotika Pemberitaan Seks dan Kekerasan Pada Program Berita Reportase Malam Trans TV Setelah lebih dari sembilan tahun pers merdeka, pelaksanaan kebebasan pers ternyata masih belum seperti yang diharapkan masyarakat. Unsur-unsur kebebasan pers yang tak sesuai itu antara lain terlihat dari maraknya penerbitan atau penyiaran pornografis. Banyak program siaran di beberapa stasiun televisi yang terkena teguran karena telah melanggar pasal-pasal pada pedoman penyiaran, karena adanya unsur kekerasan fisik maupun verbal dan pelecehan seksual. Salah satu program siaran tersebut adalah Reportase Malam Trans TV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna yang tersirat dalam tayangan-tayangan berita seks dan kekerasan pada Reportase Malam Trans TV dan untuk melihat kategori apa yang paling dominan pada Reportase Malam edisi Desember tahun 2015. Maka dari itu muncullah pertanyaan: Makna apa yang ada di dalam gambar-gambar tayangan berita seks dan kekerasan pada program berita Reportase Malam Trans TV? Dan adakah kecenderungan dari berita-berita yang ditayangkan pada program berita Reportase Malam Trans TV? Untuk menjawab semua pertanyaan itu, maka penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce, dengan cara memahami makna atau tanda yang ada dalam tayangan beritanya. Adapun subjek dari penelitian ini adalah program berita Reportase Malam Trans TV, sedangkan objek penelitiannya adalah berita-berita seks dan kekerasan. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data dari hasil observasi, dokumentasi dan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan cara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda-tanda (representament) yang muncul pada pemberitaan seks ialah memperlihatkan wanita-wanita yang menampilkan bagian tubuh tertentu, khususnyanya paha, bokong dan payudara. Sementara ikonnya adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian minim. Indeks yang muncul, yakni foto mahasiswi yang ditutupi wajahnya, menandakan dia merupakan pelaku praktik prostitusi dan sebuah usaha keras seorang pendiri majalah dalam membesarkan nama majalahnya. Simbol yang muncul adalah sebuah potret gadis berpakaian seksi dan potret seorang Hugh Hefner dengan sampul majalah pertamanya. Pada pemberitaan kekerasan, tanda-tanda yang muncul secara garis besar memperlihatkan tentang aksi kekerasan terhadap fisik. Sementara ikonnya adalah aksi-aksi kekerasan yang ditampilkan pada setiap pemberitaan, berupa kekerasan fisik dan vandalisme. Indeks yang muncul adalah ekspresi para pelaku dan korban kekerasan pada setiap pemberitaan. Sedangkan simbolnya mulai dari maling yang dihajar massa, pembakaran sepeda motor, demo ricuh, hingga senjata yang digunakan untuk mengancam. Jadi, pemberitaan ini menampilkan berbagai macam tanda-tanda yang berbeda di setiap beritanya. Sementara, Agenda media untuk periode bulan Desember 2015 adalah berita seks “Menampilkan Bagian Tubuh Tertentu (Paha, Bokong dan Payudara)” dan berita “Kekerasan Fisik”. Kata kunci: Analisis Semiotik, Agenda Media, Reportase Malam Trans TV
Description: iv, 93 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35220
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
M. ARIF IMAN DITO-FDK.pdf2.84 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.