Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35168
Title: Analisis wacana Sara Mills dalam film dokumenter battle for sevastopol
Other Titles: --
Authors: Corri Prestita Ishaya
Advisors: Musfirah Nurlaily
Keywords: subjek;objek;pembaca;feminisme;perempuan;battle for sevastotpol
Issue Date: May-2016
Publisher: Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi
Series/Report no.: --;--
Abstract: Battle for Sevastopol merupakan film dokumenter yang bergenre dokudrama biografi karya Sergey Mokritskiy. Film ini menceritakan kehidupan seorang perempuan asal Rusia yang berprofesi sebagai penembak jitu. Perempuan yang digambarkan dalam film ini diposisikan sederajat dengan lelaki karena penembak jitu biasa dilakoni oleh seorang lelaki. Perempuan diidentifikasikan sebagai sosok yang tangguh dan mampu menyamai kedudukan seorang lelaki. Peneliti melihat dalam film tersebut terdapat pemarginalan perempuan. Ketika perempuan tidak bisa meninggalkan kehidupan di sektor domestik maka perempuan memiliki kedudukan lebih rendah dari lelaki. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah skripsi ini adalah bagaimana penggambaran perempuan dilihat dari posisi subjek-objek dan posisi pembaca atau penonton dalam film Battle for Sevastopol? Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian skripis ini adalah metode analisis wacana Sara Mills. Metode ini memfokuskan perhatian pada wacana feminisme. Bagaimana wanita ditampilkan dalam teks, baik dalam novel, gambar, foto ataupun berita. Selain itu, Mills juga lebih memperlihatkan posisi subjek-objek dan posisi pembaca.Metodologi penelitian yang digunakan adalah paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rangkaian dialog dan gambar (scene) dalam film Battle for Sevastopol. Peneliti menggunakan teori feminisme sebagai landasan dari analisis wacana Sara Mills yang menitikberatkan pada perempuan. Posisi subjek adalah siapa aktor yang menjadi pencerita (subjek). Sedangkan, posisi objek adalah siapakah pihak yang didefinisikan dan digambarkan kehadirannya oleh orang lain (subjek). Sedangkan, posisi pembaca adalah bagaimana pembaca mengidentifikasikan dan menempatkan dirinya dalam penceritaan teks. Hasil penelitian ini disimpulkan, bahwa perempuan yang berdiri sendiri sebagai feminisme digambarkan dengan karakter tokoh utama sebagai penembak jitu perempuan yang gagah berani. Perempuan sesungguhnya tidak dapat menyamai kedudukan lelaki dalam posisi tertinggi. Karena perempuan masih memiliki kehidupan domestik seperti ingin memiliki anak dan kehidupan berumahtangga lainnya yang menurut anggapan para feminis bahwa perempuan tidak bisa memiliki pemikiran yang rasional. Salah satu faktor penghambat perempuan tidak memiliki pemikiran yang rasional karena perempuan tidak dapat memasuki sektor publik. Permasalahan utamanya adalah permasalahan biologis. Perempuan ditakdirkan sebagai makhluk yang memiliki hak untuk reproduksi. Dengan demikian perempuan tidak bisa menyamai kedudukan lelaki, sehingga lelaki tetap dalam kedudukan tertinggi. Film ini menunjukkan bagaimana perempuan termarginalkan karena profesinya sebagai penembak jitu didominasi oleh lelaki ditunjukkan dalam potongan adegan dan dialog dalam film tersebut. Kata kunci : Subjek, Objek, Pembaca, Feminisme, Perempuan, Battle for Sevastopol.
Description: ix, 107 hal, 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35168
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
CORRY PRESTITA ISHAYA-FDK.pdf3 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.