Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35129
Title: Senjata Api dan Maskulinitas dalam Cerita Pendek “The Man Who was Almost A Man”
Authors: Pita Merdeka
Keywords: Senjata api;Maskulinitas;Identitas;Kehormatan;Respek;Kematangan
Issue Date: Jul-2013
Publisher: Al-Turas
Series/Report no.: Vol. XIX;No. 2
Abstract: Masculinity is a part of gender studies. To understand masculinity, it needs to identify man as the center of the study from various aspects. Here within the article, it would be discussed about the relationship between possessing arms (gun) as the symbol of earning men’s masculinity. Then, it is implied from many sources and literary work, that possessing arms might give the impression of strength and masculinity. The short story entitled “The Man Who Was Almost a Man” is the example of literary work that gun possession will support someone in gaining his masculinity. Gun in hands means power or strength inside a man. It was showed by the protagonist (Dave Saunders) who considered gun as the symbol of respect and the real man thing (being masculine). Align with the short story, there are many gun violence happened in the name of gaining the identity of being called masculine and respect from people.
Description: Maskulinitas adalah bagian dari kajian gender. Untuk memahami maskulinitas, kita perlu mengidentifikasi laki-laki sebagai pusat dari kajian ini dari beberapa aspek. Artikel ini akan membahas mengenai hubungan kepemilikan senjata sebagai simbol dari pencapaian maskulinitas laki-laki. Kemudian dalam artikel juga mengungkapkan mengenai berbagai macam sumber dan karya sastra bahwa memiliki senjata bisa memberikan kesan kekuatan dan maskulinitas (kelakilakian). Cerpen dengan judul “The Man Who Was Almost a Man” adalah contoh karya sastra yang mengambarkan kepemilikan senjata api sebagai sesuatu hal yang mendukung atau memberikan kemaskulinitasan pada laki-laki. Senjata api ditangan bisa berarti kekuatan dalam diri laki-laki. Hal ini digambarkan oleh tokoh utama (Dave Saunders) yang mengaggap senjata api sebagai simbol dari kehormatan. Sejalan dengan cerita pendek ini, ada beberapa banyak penyalahgunaan senjata api yang dilakukan demi meraih kehormatan (dihargai) dan maskulinitas dalam lingkungannya.
metadata.dc.description.uri: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/view/615
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35129
Appears in Collections:Post Print

Files in This Item:
File SizeFormat 
3719-8963-1-SM.pdf995.85 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.