Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35107
Title: Rasionalitas Nurcholish Madjid dalam wacana keislaman di Indonesia
Authors: Ikhya Ulumuddin
Advisors: Edwin Syarif
Keywords: Nurcholish Madjid;keislaman di Indonesia
Issue Date: 18-Apr-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
Abstract: Di dalam Islam teori mengenai rasionalitas pertama kali dipopulerkan oleh Muhammad Abduh yang dijuluki juga sebagai bapak moderenisme Islam. Pergerakan Abduh untuk mengubah paradigma Islam begitu masif sehingga tidak hanya Mesir –kota kelahiran Muhammad Abduh– yang terkena dampaknya melainkan hampir seluruh dunia Islam. Pengaruh Muhammad Abduh ini terasa sampai Indonesia. Di Indonesia, banyak para ulama dan para santri yang pergi ke Mekkah untuk belajar agama kepada para ahlinya. Setelah mereka selesai belajar dan pulang ke kampung halaman, mereka membawa gagasan-gagasan Islam yang bermacam-macam termasuk gagasan pembaruan Islam-nya Muhammad Abduh yang dimotori oleh K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asyari. Seiring dengan perkembangan zaman gagasan pembaruan itu semakin masif disuarakan. Salah satu tokoh Neo Modernis, yaitu Nurcholish Madjid –yang kita bahas di sini− meneruskan perjuangan para pendahulunya itu dengan membuka kebenaran rasionalitas dalam Islam yang memang sudah berabad-abad ditentang oleh masyarakat Muslim radikal. Menurutnya umat muslim sangat membutuhkan sekali rasionalitas demi kelangsungan hidup agamanya. Namun demikian, rasionalitas dalam Islam adalah rasionalitas yang terbatas. Islam mewajibkan bagi seluruh umatnya bahkan seluruh manusia untuk menggunakan akalnya, akan tetapi hal-hal yang di luar batas kemampuan akalnya seperti kebenaran absolut, dalam hal ini Tuhan, Islam melarangnya. Metode rasionalitas yang digunakan Nurcholish memang terdengar tidak biasa dengan masyarakat Indonesia yang pada waktu itu masih menggunakan metode taqlid dan pengajaran tradisional yang mengharamkan penggunaan akal dalam hal urusan agama. Oleh karena itu menjadi wajar ketika Nurcholish menggagas metode rasionalisasi Islam. Dari renungan-renungannya itu, Nurcholish Madjid menemukan sebuah teori rasionalitas dalam Islam yang menghasilkan banyak sekali pertentangan terutama pada tubuh Islam tradisionalis. Tak elak lagi, pada waktu itu, Nurcholish Madjid banyak yang membenci, namun demikian tidak sedikit juga yang menyanjung dan mengaguminya. Kendati Nurcholish tetap bersiteguh dengan keyakinanya, bahwa Islam dengan kemunduranya seperti sekarang ini, disebabkan oleh para pemeluknya yang tidak mau menggunakan dan memaksimalkan pikarannya
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35107
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
IKHYA ULUMUDDIN-FU.pdf2.48 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.