Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35024
Title: Pemberdayaan masyarakat berbasis nilai adat: Studi kasus pada masyarakat adat Cirendeu Cimahi Jawa Barat
Other Titles: --
Authors: Raden Ahmad Nabhan
Advisors: Tantan Hermansah
Keywords: Pemberdayaan, nilai adat, masyarakat adat Cirendeu
Issue Date: Mar-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka. Sayangnya proses pemberdayaan yang berpusat pada manusia ini justru seringkali melupakan peran dari nilai – nilai yang telah lama ada didalam masyarakat. Terlebih sejak gencarnya industri yang menjadi arah pembangunan pemerintah pusat serta beriringan dengan sebagian orang yang berkiblat pada teori modernissai lama. Jika teori modernisasi lama menjabarkan bahwa tradisi dan agama menghambat pembangunan, maka sebaliknya teori modernisasi baru justru melibatkan tradisi dan agama sebagai penyokong dari pembangunan. Selain dari perdebatan kedua teori besar tersebut, tokoh sosiologi Max Weber misalnya telah mengemukakan bahwa adanya keterkaitan antara etika agama dengan pembangunan yang kemudian dituangkan dalam karyanya Protesan Ethic. Bukan hanya Max Weber, tokoh sosiologi lainnya yaitu Robert Nelly Bellah juga menemukan analogi serupa pada penelitiannya di Jepang yang kemudian dituangkan dalam karyanya Tokugawa Religion. Penelitian ini akhirnya menjadi sebuah penelitian yang mengacu pada kedua thema besar tersebut. Penelitian ini mengangkat peran nilai adat yang menjadi akar dari proses pemberdayaan yang ada pada masyarakat adat Cirendeu Cimahi. Didalam penelitian ini dituangkan fakta – fakta pemberdayaan yang didapat dari praktek nilai adat. Tidak sebatas fakta pemberdayaan penelitian ini juga membahas tantang bagaimana proses masyarakat membangun sistem yang memberdayakan. Arah pembangunan industrialisasi rupanya mengarah pada westernisasi yang kemudian menghilangkan identitas lokal dalam dunia pemberdayaan. Arus globalisasi seolah menghentikan proses eksistensi identitas lokal disetiap sendi kehidupan sosial. Bahkan tak jarang dengan adanya industrialisasi hak masyarakat lokal tidak terpenuhi. Sudah jelas bahwa tradisi mampu menegaskan identitas apapun masyarakatnya. Mengenai hubungan antara identitas dan pembangunan daerah, adalah penting untuk mengakui bahwa identitas lokal memiliki restrukturisasi dan organisasi karakter. identitas ini merupakan kekuatan tradisi untuk memproduksi arti kesadaran tertentu, arah tindakan kolektif, dan proses sosial yang memungkinkan orang untuk berpartisipasi penuh dan sadar dalam pembangunan mereka sendiri. Peran adat telah diakui sebagai kekuatan yang ditaati oleh semua warga suku, dan merupakan faktor kestabilan sosial dan kesatuan msyarakat sehingga dapat dijadikan modal sosial dalam pemberdayaan. Pada prakteknya masyarkat adat Cirendeu Cimahi telah menjadi contoh dalam praktek pemberdayaan masyarakat berbasis nilai adat. Kata kunci : Pemberdayaan, Nilai Adat, Masyarakat Adat Cirendeu
Description: vi, 97 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/35024
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RADEN AHMAD NABAHN-FDK.pdf33.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.