Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34871
Title: Pers, kasus Udin dan wacana kebebasan pers di Indonesia
Other Titles: --
Authors: Satria Loka Widjaya
Advisors: Rubiyanah
Keywords: kebebasan pers;majalah tempo;wacana teun a, van djik
Issue Date: Jul-2016
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Kasus kematian Fuad Muhammad Syafrudin atau Udin, Wartawan Berita Nasional, belum menemukan titik terang. Kasus yang terjadi delapan belas tahun silam akan memasuki masa daluwarsa bila tidak selesai. Hal ini merujuk pada Pasal 78, ayat 1, angka4, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Melihat fenomena itu Majalah Tempo membuat laporan khusus bertajuk Bukti Baru Pembunuhan Udin “Bernas”. Uraian tersebut dapat menimbulkan beberapa petanyaan. Pertama Bagaimana Majalah Tempo mewacanakan kebebasan pers pada pemberitaan kasus Udin? Selanjutnya, Bagaimana Kognisi Sosial yang melatarbelakangiMajalah Tempo sehingga mewacanakan kebebasan pers dalam pemberitaan kasus Udin? Kemudian, Bagaimana Konteks Sosial Majalah Tempopada pemberitaan kasus Udin? Dalam pemberitaannya, Majalah Tempo menilai bila kasus Udin tidak selesai maka akan menjadi ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia. Mereka berkilah pemberitaan yang mereka buat sebagai ikhtiar melawan lupa dan upaya menegakan keadilan serta kebebasan pers di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Paradigma konstruktivis menilaibahasa tidak lagi hanya dilihat sebagai alat untuk memahami realitas objektif belaka dan dipisahkan dari subjek sebagai penyampai pernyataan. Peneliti memertajam daya analisis menggunakan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk. Analisis ini mengaitkan tiga dimensi: analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.Peneliti menganalisis pemberitaan mengenai Laporan Khusus, Bukti Baru Pembunuhan Udin “Bernas” Majalah Tempo edisi 10-16 November 2014. Kemudian menyimpulkan hasil temuan dari analisis pemberitaan tersebut. Hasil dari penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang bagaimana Majalah Tempo mewacanakan kebebasan pers terkait kasus Udin.Berdasarkan hasil penelitian, pada tataran teks Majalah Tempo menggambarkan upaya mereka dalam membongkar kasus Udin. Merekamenemukan sebuah memo bertanda tangan Sri Roso Soedarmo, Bupati Bantul saat Udin tewas. Majalah Tempo secara tegas menyatakan berpihak pada Udin. Mereka menilai apa yang mereka lakukan sebagai wujud aspirasi suara wartawan dan masyarakat umum yang menolak segala bentuk kekerasan di Indonesia. Pada akhirnya peneliti mendapatkan adanya keberpihakan media pada suatu fenomena. Keberpihakan tersebut membuat media menggiring opini masyarakat melalui wacana yang mereka buat dalam rapat redaksi. Pada pemberitaan kasus Udin Majalah Tempo mewacanakan kebebasan pers di Indonesia dengan tetap menghadirkan fakta dan keseimbangan berita dalam pemberitaan mereka
Description: ix, 133 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34871
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SATRIA LOKA WIDJAYA-FDK.pdf2.78 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.