Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34869
Title: Komparasi framing pemberitaan kudeta Turki pada Harian Sindo dan Tempo
Other Titles: --
Authors: Syarif Hidayatullah
Advisors: Rubiyanah
Keywords: framing, berita, sindo, tempo, kudeta, turki
Issue Date: Feb-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pertengahan Juli 2016 media massa dunia terfokus pada kasus yang menimpa Turki. Percobaan kudeta yang dilakukan oleh sekelompok oknum militer ini sempat menghebohkan Turki saat itu. Tidak butuh waktu lama media massa dalam negeri ikut segera memberitakan kasus tersebut. Sindo dan Tempo tercatat menjadi harian yang cukup update dalam memberitakan kasus tersebut. Ihwal demikian, Sindo dan Tempo memiliki perbedaan dalam pengemasan berita. Perbedaan yang ditemukan juga cukup signifikan pada bagian akhir masingmasing berita. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah menjawab pertanyaan penelitian mengenai bagaimana harian Sindo dan Tempo membuat framing pemberitaan kudeta Turki berdasarkan analisis framing Robert Entman. Paradigma penelitian ini adalah paradigma konstruktivis dengan menggunakan riset kualitatif. Unit analisis yang peneliti ambil dengan observasi teks, wawancara dan dokumen terkait. Riset kualitatif yang dilakukan peneliti adalah menganalisa teks dan mengumpulkan data yang berkaitan serta mengkonfirmasi hasil temuan dengan wawancara terhadap media terkait. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, teori yang digunakan adalah teori konstruksi realitas sosial milik Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Berger dan Luckman mengatakan bahwa realitas dibentuk relitas objektif dan subjektif. Adapun teknik analisa teks, penelitian ini menggunakan analisis framing Robert Entman yang membagi sebuah wacana menjadi empat bagian; identifikasi masalah, sumber masalah, evaluasi moral, dan penawaran solusi atas masalah. Pasca kudeta Turki, koran Sindo melakukan framing pemberitaan kasus ini dengan memaknai kasus kudeta sebagai musibah dan membangun simpati kepada kondisi Turki saat itu. Sebagaimana Sindo pahami bahwa berita tersebut lebih bisa diterima oleh pembacanya. Berbeda dengan Tempo yang membentuk framing pemberitaan bahwa ada makna lain dibalik terjadinya kudeta. Tempo beranggapan bahwa kudeta menjadi alat pengokoh otoriterisme kekuasaan pemerintah saat itu. Keberpihakan media sangat ditentukan oleh ideologi yang dianut media. Jika dimaknai lebih dalam, Sindo lebih mengedepankan pasar berita maka mengutamakan kedekatan berita dengan pembaca. Berbeda dengan Tempo yang kritis karena menganggap pemerintah Turki mulai otoriter dan menggerus demokrasi. Setiap media melakukan upaya pembenaran terkait pemberitaan yang mereka muat, tidak terkecuali Sindo dan Tempo. Penerimaan publik dengan pembenaran atas framing yang dibentuk adalah tujuan dari media. Kata kunci: Framing, Berita, Sindo, Tempo, Kudeta, Turki, Erdogan
Description: xii, 67 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34869
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SYARIF HIDAYATULLAH-FDK.pdf3.6 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.