Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34796
Title: Analisis semiotika sosial dalam pemberitan aksi 411 pada Surat Kabar Republika dan Rakyat Merdeka
Other Titles: --
Authors: Agita Surya Pertiwi
Advisors: Helmi Hidayat
Keywords: Penistaan Agama;Republika dan Rakyat Merdeka;Jurnalisme Damai
Issue Date: Apr-2017
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Berdasarkan pemberitaan di berbagai media khususnya media cetak, penistaan agama menjadi topik pembicaraan bagi masyarakat Indonesia atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, saat melakukan kunjungan kerjanya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Konflik selalu menjadi isu yang menarik bagi kalangan media. Media dapat berperan memperuncing pemberitaan konflik atau sebaliknya media dapat berperan sebagai jalur perdamaian agar konflik tersebut tidak memanas kembali, tergantung dari sikap praktisi media, apakah ingin menjadi media provokatif atau media yang memproklamirkan perdamaian dengan menerapkan jurnalisme damai. Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan penulisan ini adalah untuk menjawab pertanyaan mayor dan minor. Adapun mayornya adalah bagaimana Republika dan Rakyat Merdeka menampilkan kata-kata dalam memberitakan Aksi 411? Pertanyaan minornya adalah apakah Republika dan Rakyat Merdeka telah menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaan Aksi 411? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Menurut pandangan konstruktivis, realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, tetapi hasil dari adanya konstruksi. Data temuan dianalisis dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika Sosial M.A.K Halliday yang terdiri atas tiga konsep yaitu Medan Wacana yang menggambarkan situasi apa yang diwacanakan dalam pemberitaan Aksi 411 di kedua media; Pelibat Wacana berita tersebut dilihat dari siapa saja yang terlibat dalam teks tersebut; dan Sarana Wacana menggambarkan bagaimana Republika dan Rakyat Merdeka menggunakan gaya bahasa dalam pemberitaan serta dikaitkan dengan perspektif Jurnalisme Damai Johan Galtung yaitu sebuah pendekatan yang mengarahkan perdamaian ketika meliput peristiwa konflik. Jurnalisme damai memandang konflik sebagai sebuah masalah dan berusaha mencari solusi melalui pemberitaan. Kemudian dianalisis dengan menggunakan orientasi perdamaian, orientasi kebenaran dan masyarakat, serta orientasi penyelesaian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Republika telah menerapkan prinsip jurnalisme damai dengan berita-berita yang tidak fokus pada konflik yang terjadi antara Ahok dan masyarakat, hanya fokus pada upaya perdamaian dan mengupayakan solusi perdamaian. Sedangkan Rakyat Merdeka memilih untuk menjadi media provokatif dengan penggunaan gaya bahasa yang digunakannya dalam memberitakan Aksi 411. Walaupun Rakyat Merdeka belum menggunakan pendekatan jurnalisme damai, bukan berarti Rakyat Merdeka menerapkan jurnalisme perang dalam memberitakan peristiwa Aksi 411. Kata kunci: Penistaan Agama, Republika dan Rakyat Merdeka, Jurnalisme Damai
Description: ix, 113 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34796
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AGITA SURYA PERTIWI-FDK.pdf16.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.