Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34794
Title: Analisis wacana pemberitaan “Setelah Murka Mega” Majalah Sindo weekly edisi 16-22 April 2015
Other Titles: --
Authors: Angga Bima Suharto
Advisors: Rubiyanah
Keywords: Sindo Weekly;Kongres;PDI-P;Theo van Leeuwen;marjinal
Issue Date: Jul-2016
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Kehadiran presiden Joko Widodo dalam Kongres IV PDI-P di Sanur Beach, Bali menuai kontroversi. Banyak media khususnya yang terlihat tidak Pro terhadap Jokowi memanfaatkan momen ini untuk menyudutkan presiden terpilih, salah satunya adalah Sindo Weekly. Padahal, presiden, agar mampu menjalankan programnya dengan maksimal butuh dukungan media maupun masyarakat yang ada. Dari uraian di atas terdapat beberapa pertanyaan yang muncul. Pertama, bagaimana Sindo Weekly mewacanakan pemberitaan “Setelah Murka Mega” yang terdapat pada edisi 16-22 April 2015? Bagaimana proses Eksklusi yang dilakukan majalah Sindo Weekly pada pemberitaan tersebut? Bagaimana juga proses Inklusinya? Dalam pemberitaanya, Sindo Weekly mencoba mewacanakan hadirnya Joko Widodo dalam Kongres Akbar tersebut. Sehingga kosakata maupun anak kalimat yang digunakan mampu memarjinalkan posisi Joko Widodo dalam pemberitaan. Selain itu, pemarjinalan Joko Widodo ini juga diperkuat pada ilustrasi utama yang digunakan dalam Main Review majalah Sindo Weekly. Theo van Leeuwen mengartikan analisis wacana sebagai cara menentukan positif atau negatif, baik maupun buruknya suatu tokoh dalam sebuah tulisan. Melalui strategi penambahan dan pengurangan kosakata maupun anak kalimat yang ada, Leeuwen melihat berita itu dapat dikonstruksi penokohan subjeknya. Konstruksi itu dibuat oleh media itu sendiri, sehinga output setiap media berbedabeda. Peneliti menganalisis pemberitaan mengenai hadirnya Joko Widodo di Kongres IV PDI-P pada Main Review majalah Sindo Weekly edisi 16-22 April 2015 ini. Kesimpulan berupa hasil temuan pun didapat setelah berita dianalisis. Hasilnya berupa bagaimana majalah Sindo Weekly memunculkan dan menghilangkan kesan baru terhadap Joko Widodo dalam pemberitaanya dan apa pesan yang ingin disampaikan Sindo Weekly? Pemarjinalan terhadap Joko Widodo yang dilakukan Sindo Weekly sudah dilakukan sejak awal. Wartawan diarahkan agar meliput sesuai visi dan misi Sindo Weekly. Penggunaan foto, pemilihan narasumber, hingga kosakata yang digunakan. Sindo Weekly mengklaim sebagai media yang objektif mengikuti kode etik jurnalistik yang ada. Keywords: Sindo Weekly, Kongres, PDI-P, Theo van Leeuwen, dan marjinal
Description: xi, 74 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34794
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANGGA BIMA SUHARTO-FDK.pdf13.54 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.