Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34785
Title: Representasi calon Gubernur DKI Jakarta pada ilustrasi sampul Majalah Tempo Tahun 2016-2017
Other Titles: --
Authors: Angga Satria Perkasa
Advisors: Rulli Nasrullah
Keywords: Pilkada, semiotika, majalah tempo, sampul
Issue Date: Apr-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Berbagai permasalahan bermunculan terkait isu Pilkada Jakarta. Mulai dari persiapan partai politik untuk mengusung calon pasangan, adanya dua skenario pilkada yaitu melalui jalur independen dan partai politik, hingga siapa di balik pencalonan pasangan untuk menuju DKI 1. Dengan berbagai permasalahan tersebut Calon Gubernur DKI Jakarta menjadi sorotan di berbagai media nasional maupun internasional, tak terkecuali majalah mingguan Tempo yang kerap menampilkan ilustrasi sampul majalah dengan nyentrik bahkan menyindir dengan khasnya. Seorang calon gubernur layaknya terlihat gagah karena memiliki kekuasaan tertinggi di daerah, namun pada beberapa sampul majalah Tempo sosok Calon Gubernur DKI Jakarta digambarkan tidak seperti seorang calon pemimpin daerah seperti selayaknya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Pada hasil temuan, terdapat tujuh ilustrasi sampul majalah yang menampilkan sosok Calon Gubernur DKI Jakarta dengan berbagai macam tema yang diangkat. Gambaran bagaimana representasi Calon Gubernur DKI Jakarta sebagai calon pemimpin daerah dalam sampul dan isi pemberitaannya. Peneliti merumuskan pertanyaan yakni: bagaimana representasi calon gubernur DKI Jakarta pada ilustrasi sampul majalah Tempo tahun 2016-2017 ? Melihat konteks penelitian, tinjauan teoritis yang digunakan adalah semiotika menurut Charles Sanders Pierce, yaitu dengan teori segitiga maknanya atau triangle meaning. Peirce melihat makna atas sign atau tanda (ikon, indeks, dan simbol), object, dan interpretant. Apabila ketiga elemen makna itu berinteraksi dalam benak seseorang, maka muncullah makna tentang sesuatu yang diwakili tanda tersebut. Ikon merupakan tanda yang dirancang untuk merepresentasikan sumber acuan melalui simulasi atau persamaan (artinya, sumber acuan dapat dilihat, didengar, dan seterusnya dalam ikon). Indeks merupakan tanda yang dirancang untuk mengindikasikan sumber acuan atau saling menghubungkan sumber acuan, sedangkan simbol merupakan tanda yang dirancang untuk menjadikan sumber acuan melalui kesepakatan atau persetujuan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik yang bersifat kualitatif model deskriptif. Data yang didapatkan adalah ilustrasi sampul majalah Tempo selama akhir 2016 sampai awal 2017 yang menampilkan Calon Gubernur DKI Jakarta. Juga ditambah dengan observasi buku dan dokumentasi. Setelah melihat tujuh ilustrasi sampul majalah yang diteliti, maka kesimpulannya, Calon Gubernur DKI Jakarta pada ilustrasi sampul Majalah Tempo adalah sebagai calon pemimpin yang berusaha keras demi mendapatkan hati warga Jakarta agar menang dalam Pilkada Jakarta. Hal ini terlihat dari setiap edisi majalah Tempo yang menampilkan sosok Calon Gubernur DKI Jakarta dengan berbagai macam perihal usaha keras sebagai calon gubernur. Kata Kunci: Pilkada, Semiotika, Majalah Tempo, Sampul, dan Calon Gubernur DKI Jakarta.
Description: viii, 130 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34785
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANGGA SATRIA PERKASA-FDK.pdf4.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.