Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34784
Title: Analisis wacana kematian terduga teroris Siyono di Media Indonesia dan Republika
Other Titles: --
Authors: Anisa Indriani
Advisors: Bintan Humeira
Keywords: Wacana, media indonesia, republika, siyono, muhammadiyah, objektifitas.
Issue Date: Jan-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Pada pertengahan 2016 lalu muncul peristiwa kematian terduga teroris Siyono yang terjadi di Desa Pogung, Klaten. Kematian Siyono diduga karena ada kesalahan dalam penanganan yang dilakukan oleh Densus 88. Siyono meninggal pada saat dibawa ke tempat persembunyian senjata yang berlokasi di Prambanan. Hasil visum menyatakan bahwa terdapat tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh Siyono sebelum meninggal dan hal tersebut menyeret anggota Densus 88 yang bertugas saat itu. Peristiwa kematian Siyono akhirnya diwacanakan secara berbeda di dua media nasional, dalam hal ini yaitu Media Indonesia dan Republika. Pandangan yang berseberangan antara kedua media menjadikan ranah publik sebagai arena pertarungan wacana. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah menjawab pertanyaan penelitian mengenai bagaimana media mewacanakan kasus kematian terduga teroris Siyono. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan teori marjinalisasi dan analisis wacana kritis model Theo van Leeuwen. Terdapat empat macam strategi marjinalisasi, yaitu penghalusan makna, pengasaran bahasa, labelisasi dan stereotipe. Dalam wacana van Leeuwen, ia memusatkan perhatiannya pada bagaimana aktor dimarjinalkan posisinya melalui proses eksklusi dan inklusi. Beberapa teori pendukung seperti ideologi media juga peneliti gunakan untuk memberikan analisis yang lebih mendalam mengenai wacana di bidang media. Penelitian ini menggunakan metodologi paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan oleh peneliti adalah menganalisis data dengan mengumpulkan data yang berhubungan dan mengonfirmasi hasil temuan dengan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Dalam pemberitaan tentang kematian terduga teroris Siyono, media indonesia mewacanakan kasus ini dengan memarjinalkan posisi Siyono dengan begitu maka Media Indonesia terlihat cenderung melindungi pihak kepolisian. Sedangkan Republika mewacanakan kasus ini dengan memposisikan Siyono sebagai korban pelanggaran HAM dan dibela oleh tim advokasi yang dibentuk oleh PP Muhammadiyah. Keberpihakan media sangat ditentukan oleh ideologi yang dianut oleh media. Jika dilihat dari struktur kekuasaan, Media Indonesia memiliki kecenderungan melindungi pemerintah karena pemilik medianya adalah seorang pemimpin partai politik yang berkoalisi dengan pemerintah yang berkuasa. Sedangkan Republika menyuarakan tim advokasi karena ada Muhammadiyah di dalamnya. Pada dasarnya setiap media melakukan upaya hegemoni tidak terkecuali Media Indonesia dan Republika. Penerimaan publik atas wacana yang dikembangkan oleh industri media adalah tujuan dari setiap media. Kata kunci: Wacana, Media Indonesia, Republika, Siyono, Muhammadiyah, Objektifitas.
Description: xii, 93 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34784
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ANISA INDRIANI-FDK.pdf7.85 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.