Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34779
Title: Kesenjangan antara motif dan tingkat kepuasan penonton terhadap tayangan talkshow Indonesia Lawyers Club (IlC) di TV One
Other Titles: --
Authors: Azmy Aziz
Advisors: Siti Nurbaya
Keywords: Motif, tingkat kepuasan, talkshow ILC
Issue Date: Mar-2017
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2017
Series/Report no.: --;--
Abstract: Televisi merupakan salah satu media yang berkembang pesat di Indonesia. Terdapat dua stasiun yang memiliki genre yang sama dengan berbasis berita, salah satunya TV One. Salah satu program unggulan TV One yang masih ditayangkan sampai saat ini adalah Indonesia Lawyers Club (ILC). ILC merupakan program talkshow yang dikemas secara interaktif dengan pembawa acaranya pemimpin redaksi (Pimred) TV One sendiri yaitu Karni Ilyas. Program ini menghadirkan narasumbernarasumber utama dan melihat isu yang diangkat dari berbagi perspektif yang tidak jarang menimbulkan perbedaan pendapat dari narasumber sehingga muncul perdebatan. ILC memiliki konsep acara seperti diskusi, dan ditayangkan secara live yang tidak memungkinkan adanya sensor saat acara berlangsung. Pada Oktober 2016 lalu ILC sempat mendapat teguran dari KPI atas penayangan episode Setelah Ahok Minta Maaf, setelah itu pihak TV One memberhentikan sementara program ILC. Namun hingga saat ini ILC sudah tayang kembali dan bisa dinikmati oleh pemirsa. Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk menguji seberapa besar tingkat motif dan kepuasan terhadap talkshow ILC. Selain itu, penulis ingin menganalisis kesenjangan antara gratification sought dan gratification obtained penonton terhadap talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and Gratifications yang digagas oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz pada tahun 1974. Teori ini menyatakan bahwa orang secara aktif mencari media tertentu dan muatan (isi) tertentu untuk menghasilkan kepuasan (atau hasil) tertentu. Teori ini menghasilkan dua konsep utama untuk mengukur tingkat kepuasan khalayak, yaitu Gratification Sought atau kepuasan yang diharapkan dan Gratification Obtained atau kepuasan yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 57 responden dari Universitas Islam Negeri Jakarta dan 54 responden dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Konsentrasi Jurnalistik angkatan 2013-2014. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menghitung mean dari Gratification Sought dan Gratification Obtained (GS-GO) untuk melihat kesenjangan nilai antara kepuasan yang diharapkan dengan kepuasan yang diperoleh. Hasil analisis menunjukan terdapat kesenjangan antara motif dan kepuasan. Secara keseluruhan menurut responden Universitas Islam Negeri Jakarta, skor GS lebih besar dari GO. Sementara skor GO lebih besar dari GS pada dimensi integrasi dan interaksi sosial menurut responden Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, serta tiga dimensi lain memiliki skor GS lebih besar dari GO. Kesenjangan yang terjadi dari dua kelompok ini sama-sama berada di kategori sangat rendah. Artinya responden masih merasa bahwa ILC mampu memenuhi harapan mereka atas motif informasi, identitas pribadi, interaksi dan integrasi sosial, serta hiburan. Hal itu sesuai dengan teori limited effect dimana media dianggap memiliki efek terbatas terhadap khalayak aktif. Kata kunci: motif, tingkat kepuasan, talkshow ILC.
Description: vii, 83 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34779
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AZMY AZIS-FDK.pdf1.69 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.