Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3474
Title: Analisis pendapatan usaha tani teb: studi kasus: PT.PG Rajawali II unit PG Tersana Baru, Babakan Cirebon Jawa Barat
Authors: Marissa
Advisors: Iwan Aminudin
Siti Rochaeni,
Issue Date: 5-Oct-2010
Publisher: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Sains dan Teknologi, 2011
Series/Report no.: 0111-05-7887;1239 AGR s
Abstract: Apabila pembangunan pertanian dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil, maka sebagian besar persoalan bangsa dan negara dapat terselesaikan. Salah satu komoditi subsektor tanaman perkebunan yang ada di Indonesia yang tidak asing dan mempunyai posisi yang cukup penting adalah tebu. Tebu mempunyai posisi yang cukup penting karena kebutuhan penduduk Indonesia terhadap gula yang berasal dari tebu begitu besar. Hal ini terjadi karena penduduk Indonesia masih menjadikan gula sebagai kebutuhan pokok yang sulit digantikan. Salah satu Pabrik gula yang terdapat di Cirebon adalah Unit PG Tersana Baru yang terletak di Babakan. Pendapatan bagi dunia usaha sangat penting untuk melanjutkan usaha yang dijalankan terutama bagi Unit PG Tersana baru. Oleh karena itu diperlukan penelitian di perusahaan tersebut untuk membantu pengelola dalam membuat analisa pendapatan, penerimaan dan pengeluaran usahatani tebu dalam satu musim. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul Analisis Pendapatan Usahatani Tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui pendapatan usahatani tebu di PT PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru Cirebon. (2) Menganalisis keberlanjutan usahatani tebu di PT PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru dengan menggunakan R/C Rasio, B/C Rasio, BEP (Break Event Point), dan PP (Payback Periode). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009 s/d Februari 2010. Penelitian dilakukan di PT. PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru Cirebon Jawa Barat. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara langsung dengan pihak manajemen PT PG Rajawali II Unit Tersana Baru Cirebon. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian, Dirjen Perkebunan dan Sekretariat Dewan Gula Indonesia (DGI). Selain itu data sekunder juga diperoleh melalui literatur dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil analisis pendapatan usahatani tebu menunjukkan bahwa, untuk luas areal tebu 1 ha membutuhkan dana investasi sebesar Rp. 77.395.000,- . Total biaya yang di keluarkan untuk usahatani tebu tersebut sebesar Rp. 40.326.500,- dan menghasilkan tebu 70 ton setara dengan 70.000 kg, dengan harga Rp. 975/kg. Dari total biaya serta harga yang berlaku tersebut, penerimaan usaha yang diperoleh sebesar Rp. 68.250.000,-. Sehingga pendapatan usaha yang di terima Rp. 27.923.500,- . Nilai perbandingan antara penerimaan dengan biaya produksi berdasarkan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, nilai R/C rasio atas biaya total sebesar 1,69. Hal ini menunjukkan bahwa dengan R/C rasio sebesar 1,69 berarti untuk setiap Rp. 100.000,- biaya yang dikeluarkan maka usahatani tebu memberikan penerimaan sebesar Rp. 169.000,-. Dengan R/C rasio sebesar 1,69 menunjukkan bahwa kondisi usahatanis tebu layak untuk dijalankan dan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya. Nilai B/C rasio adalah perbandingan antara pendapatan dengan biaya produksi. Berdasarkan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, nilai B/C rasio atas biaya total yaitu 0,69. B/C rasio 0,69 artinya untuk setiap Rp. 100.000,- biaya yang dikeluarkan, maka usahatani tebu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp.69.000,-. Dengan begitu B/C ratio juga menunjukkan bahwa kondisi usahatani tebu memberikan keuntungan dan layak untuk dijalankan. Berdasarkan hasil analisis break even point (BEP), diperoleh BEP produksi dan BEP harga. Untuk BEP produksi sebesar 41.360,51 kg, artinya dengan jumlah hasil produksi sebesar 41.360,51 kg, usahatani tebu tidak memperoleh untung dan tidak mengalami kerugian juga atau berada di titik impas. Usaha tersebut akan mendapatkan keuntungan bila produksi yang dihasilkan lebih dari 41.360,51,- kg dan akan mengalami kerugian bila produksi kurang dari 41.360,51 kg. Untuk BEP harga usahatani tebu yaitu sebesar Rp. 576,09,-/kg, artinya usahatani tebu tidak mengalami untung dan tidak rugi pada harga Rp. 576,09,-/kg dan baru akan mulai mendapat keuntungan jika harga jual lebih besar dari Rp. 576,09,-/kg, serta mengalami kerugian bila harga dibawah Rp. 576,09,-/kg. Selisih harga jual per kg yang diterima adalah sebesar Rp 398,91,- /kg dan selisih produksi yang dihasilkan sebanyak 28.639,49 kg. Analisis payback period dimaksudkan untuk mengetahui berapa lama modal yang ditanamkan dalam usahatani tebu akan kembali. Payback periode merupakan perbandingan antara nilai investasi yang dikeluarkan dengan pendapatan usaha yang diperoleh. Dari hasil perhitungan, payback period usahatani tebu yaitu 2,77 artinya modal investasi yang dikeluarkan akan kembali dalam jangka waktu 3 kali masa panen. Dalam waktu 3 kali masa panen, investasi usahatani tebu yang dikeluarkan sudah dapat diterima kembali.
Description: xiv, 58 hal.; ilus.; 28 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3474
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
MARISSA-FST.pdf944.04 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.