Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34729
Title: Studi kritis atas kritik Muhammad 'Imarah terhadap hermeneutika Nasr Hamid Abu Zaid
Authors: Muhammad Zamri
Advisors: Yusuf Rahman
Issue Date: 12-Apr-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin
Abstract: Al-Qur‟an adalah kalâm Allah Swt. yang menjadi petunjuk bagi manusia di dunia ini. Oleh karena itu, diperlukan metode penafsiran yang tepat untuk memahami al-Qur‟an agar sejalan dengan fungsinya tersebut. Di dalam Islam telah dikenal seperangkat ilmu untuk menafsirkan al-Qur‟an, yaitu ilmu tafsir dan takwil, namun sebagian cendekiawan muslim merasa belum puas dengan metode tersebut, maka mereka menawarkan metode hermeneutika yang berasal dari Barat untuk memahami kalâm Allah Swt. tersebut. Penggunaan hermeneutika mendapatkan kritik dari sebagian cendekiawan muslim yang lain, di antaranya yaitu Muhammad „Imârah (lahir 1350 H/ 1931 M). „Imârah adalah seorang pemikir dan penulis produktif dari Mesir yang seringkali mengkritik pemikiran Barat, salah satu kritikannya yaitu penggunaan hermeneutika dalam penafsiran al- Qur‟an khususnya hermeneutika Nasr Hâmid Abû Zaid dan ia memiliki kritikan yang tegas. Tesis ini membuktikan bahwa metode hermeneutika Abû Zaid tidak cocok diterapkan dalam penafsiran al-Qur‟an, dan kritik Muhammad „Imârah terhadap hermeneutika Abû Zaid sangat tegas, namun kritik „Imârah tersebut juga mengandung kelemahan-kelemahan. „Imarah menyarankan agar metode penafsiran al-Qur‟an dikembalikan kepada ilmu tafsir yang telah lama disusun oleh ulama Islam yaitu melalui konsep muhkam dan mutasyâbih di dalam al-Qur‟an dan konsep takwil yang mampu menghilangkan pertentangan antara naql dan akal dan antara sesama naql itu sendiri, yaitu ayat-ayat yang terkesan kontradiksi secara zâhir-nya. Usaha yang dilakukan oleh „Imarah ini bertujuan untuk meyadarkan kembali umat Islam bahwa penafsiran al-Qur‟an mendapat tantangan dari berbagai pihak, salah satunya metode hermeneutika yang berasal dari Barat. Di samping itu, ia juga mengingatkan kita bahwa Islam sebenarnya telah memiliki metode yang mapan dan teruji puluhan abad dalam menafsirkan al-Qur‟an dan telah menghasilkan banyak produk yaitu ilmu tafsir dan takwil. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku-buku karya Muhammad „Imȃrah, terkhusus lagi yang berkaitan dengan hermeneutika di antaranya Qirȃ’at al-Nȃss al-Dînî baina al-Ta’wîl Gharbî wa al-Ta’wîl al-Islȃmî, al-Tafsîr al- Markisî li al-Islȃm, al-Ghazw al-Fikri Wahm am Haqîqah?, Ma`âlim al-Manhaj al-Islâmî, dan lain-lain. Di samping itu, Penulis juga merujuk kepada buku-buku Nasr Hâmid Abû Zaid, seperti Mafhûm al-Nass: Dirâsah fî ‘Ulûm al-Qur’ân, x Naqd al-Khitȃb al-Dînî, Isykâliyyât al-Qirâ’ah wa Aliyyât al-Ta’wîl, al-Nass, al- Sultah, al-Haqîqah dan lain sebagainya. Adapun data sekundernya yaitu bukubuku, jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk menemukan kritikan „Imȃrah terhadap hermeneutika Abû Zaid dengan menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek dan objek penelitian. Dengan metode deskriftif penulis menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan hermeneutika Abû Zaid, dengan metode analitik digunakan untuk membahas pandangan Muhammad „Imȃrah tentang hermeneutika Abû Zaid tersebut
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34729
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
MUHAMMAD ZAMRI-FU.pdf3.04 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.