Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34728
Title: Al-quran dan konservasi lingkungan (suatu pendekatan maqasid al-syari’ah)
Authors: Mamluatun Nafisah
Advisors: Moqsith Ghazali
M. Suryadinata
Issue Date: 8-Apr-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam perspektif al- Quran tentang konservasi lingkungan. Penelitian ini berbentuk library research, dengan sumber primer al-Quran dan kitab-kitab tafsir (klasik maupun kontemporer). Sementara sumber sekundernya adalah buku-buku, jurnal, dan artikel yang terkait dengan obyek penelitian ini. Metode yang dipakai adalah metode maudu’i, dengan pendekatan maqasîd al-syarî’ah. Pendekatan ini digunakan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana teknis operasional pemanfaatan potensi bumi dan sejauh mana kadar dikatakan berlebih-lebihan, dengan lebih menitikberatkan pada kemaslahatan. Lingkungan merupakan sebuah lingkup di mana manusia hidup, baik yang bersifat dinamis seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, maupun yang statis seperti alam (tabî’ah) yang diciptakan Allah Swt. dan industri (sinâ’iyyah) yang merupakan kreasi manusia. Dalam menyikapi lingkungan, al-Quran menggariskan nilai dasar dan hukum praktis yang substantif dalam pengelolaannya, meliputi prinsip yang mendasari pemanfataan potensi bumi dan prinsip pemeliharaannya. Dalam rangka memanfatkan potensi bumi, al-Quran memerintahkan manusia untuk melakukan ‘imârat al-ard,(huwa ansya’akum min al-ard wasta’marakum fîhâ) yaitu menjadikan bumi atau lingkungan sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup makhluk secara keseluruhan di muka bumi. Al-Quran memerintahkan kepada manusia untuk menggali potensi bumi (fantasyirû fî al-ard wabtaghû min fadl al-Allâh) agar dapat memberikan manfaat untuk kehidupannya. Untuk itu, agar tetap memberikan kemaslahatan (sesuai dengan tujuan penciptaannya), manusia dalam memanfaatkan potensi bumi, tidak diperkenankan mengeksploitasinya secara sewenang-wenang, terutama sumber daya umum yang tidak dimiliki perorangan (al-muslimûn syurakâ’ fî tsalâtsin fî al-kalâ’ wa al-mâ’ wa al-nâr). Aset-aset publik merupakan benda-benda umum yang Allah berikan untuk kemaslahatan manusia secara keseluruhan, baik untuk memenuhi kebutuhan darûriyyah maupun hâjiyah-nya. Oleh karena itu aktivitas privatisasi merupakan bentuk penindasan hak asasi manusia (HAM) atas sumber daya umum, karena bertentangan dengan maqâsid al-syarî’ah yang menitikberatkan pada hifz al-mâl. Sementara prinsip pemeliharaannya, al-Quran menekankan pentingnya memperlakukan lingkungan dengan baik (anna al-arda yaritsûhâ ‘ibâdiya alsâlihûn). Salah satu prinsip yang mendasari hubungan antara manusia dengan alam adalah semua makhluk mempunyai status hukum muhtaram (wa mâ min dâbbatin fî al-ard wa lâ tairin yatiru bi janâhaihi illâ umamun amtsâlukum), yakni dihormati eksistensinya dan dilarang membunuh ataupun merusaknya. Al- Quran dengan sangat tegas melarang manusia melakukan kerusakan di bumi (wa lâ tufsidû fi al-ardi ba’da islâhihâ), terlebih tindakan tersebut akan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan, sehingga akan mempengaruhi kualitas xiii kehidupan manusia. Larangan ini menjadi jelas, jika dianalisis melalui pendekatan maqâsid al-syarî’ah; pertama, hifz al-dîn (menjaga agama), artinya perilaku perusakan lingkungan sangat mengancam keagamaan seseorang, baik dari segi akidah maupun dalam pelaksanaan yang menjadi kewajibannya. Kedua, hifz alnafs (menjaga jiwa), artinya perilaku perusakan lingkungan akan mengancam jiwa, terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti terpenuhinya kebutuhan air, udara, dan pangan. Apabila kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi, baik secara kualitas maupun kuantitas, maka kehidupan itu sendiri akan terancam eksistensinya dan terganggu kesehatannya. Ketiga, hifz al-nasl (melindungi keturunan), artinya perilaku perusakan lingkungan mengancam keberlangsungan hidup generasi manusia, Keempat, hifz al-‘aql (menjaga akal), artinya perilaku perusakan lingkungan akan mengancam akal seseorang. Banyak orang kehilangan kesadarannya setelah dilanda bencana. Kelima, hifz al-mâl (menjaga harta), artinya perilaku perusakan lingkungan akan mengancam harta seseorang. Singkatnya, segala prilaku yang mengarah kepada perusakan lingkungan, semakna dengan perbuatan mengancam agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta. Sebagai mandataris Tuhan di bumi (innî jâ’il fî al-ard khalîfah), amanat pengelolaan lingkungan hendaknya dibaca dalam kerangka istikhlâf (tugas kekhalifahan), yaitu mengantarkan alam memenuhi tujuan penciptaannya. Sehingga, pengelolaan lingkungan yang dapat mendatangkan maslahah (kebaikan), maka hal itu dibolehkan, bahkan diwajibkan. Sementara pengelolaan yang dapat menghilangkan fungsi penciptaannya yaitu menimbulkan mafsadah (kerusakan), maka hal itu dilarang, bahkan diharamkan. Pelakunya berhak mendapat hukuman dan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Karena pada prinsipnya, lingkungan menjadi kata kunci dalam membangun tatanan masyarakat yang religius. Begitupun tentang hak dan kewajiban selalu terkait dengan lingkungan alam sekitar. Kewajiban memeliharanya berbanding lurus dengan pemeliharaan tujuan pokok syariat Islam (memelihara agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta). Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan pemeliharaan lingkungan menjadi doktrin utama (usûl) syariat Islam. Hasil penelitian ini menguatkan kesimpulan yang diberikan oleh beberapa pengkaji sebelumnya, seperti Yusuf al-Qardawi yang berusaha membangun sebuah paradigma fikih berbasis lingkungan yang sarat dengan akhlak. Hal senada juga dilakukan oleh Ali Yafi dan Mudhofir Abdullah yang dengan argumennya ingin menjadikan pemeliharaan lingkungan sebagai bagian dari maqâsid alsyarî’ah dengan menambahkannya menjadi enam. Namun, yang perlu digarisbawahi di sini, dalam penelitian sebelumnya tidak dijelaskan bagaimana teknis operasional pemanfaatan potensi bumi dan sejauh mana kadar dikatakan berlebih-lebihan dalam eksplorasinya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34728
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
MAMLUATUN NAFISAH-FU.pdf4.62 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.