Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/347
Title: Analisis pemenuhan sistem tanggap darurat kebakaran di area produksi PLTU PT PJB UP Muara Karang Jakarta Tahun 2010
Authors: Amin, Gytha Indriawati
Advisors: Sumantri, Arif
Issue Date: 5-Oct-2012
Publisher: Fak.Kedokteran Dan Imu Kesehatan Uin Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: 0111-11-10339;457 SKM k
Abstract: PT PJB UP Muara Karang merupakan sebuah anak perusahaan PLN, produsen listrik yang menyuplai kebutuhan listrik ibukota Jakarta yang mengelola 5 unit PLTU (Pusat Listrik Tenaga Uap) & 1 unit PLTGU (Pusat Listrik Tenaga Gas Uap). Di PLTU PT PJB UP Muara Karang telah terjadi 19 kasus kebakaran dari tahun 2006 hingga bulan maret tahun 2010. Hal telah tersebut telah mengakibatkan kerugian yang besar diantaranya: hilangnya waktu produksi antara 2 hari hingga 1 bulan, yang otomatis akan mengurangi beban listrik yang seharusnya dihasilkan sehingga menyebabkan pemadaman listrik di berbagai daerah. Kerusakan mesin yang harus diperbaiki ataupun diganti dengan mesin yang baru, serta kerugian materi yang mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah diketahuinya tingkat pemenuhan sistem tanggap darurat kebakaran yang ada di area produksi PLTU PT PJB UP Muara Karang tahun 2010. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret hingga desember tahun 2010. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan dengan wawancara kepada informan dan melakukan observasi langsung menggunakan daftar checklist standar NFPA dan KEPMEN PU No.10/KPTS/2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa area produksi PLTU PT PJB UP Muara Karang memiliki bahaya kebakaran kelas A, B, C dan D dan rata-rata tingkat pemenuhan sistem tanggap darurat kebakaran sebesar 81.76 %. Office merupakan area dengan tingkat pemenuhan paling rendah adalah yaitu sebesar 73.58 %. Hal tersebut dikarenakan di area tersebut tidak terdapat sprinkler, hidran dan tangga darurat. Pintu darurat yang ada tidak difungsikan sebagaimana mestinya, dan lampu darurat yang ada berwarna putih. Saran yang diberikan untuk area ini yaitu agar pihak perusahaan menyediakan sprinkler, hidran, tangga darurat, lampu darurat yang berwarna kuning, menggunakan pintu darurat pada saat kejadian darurat saja. Melakukan simulasi kebakaran pada waktu yang tidak terduga dan berbagai kondisi. Serta tetap melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan terhadap seluruh alat proteksi kebakaran dan sarana penyelamat jiwa sehingga selalu dalam keadaan baik dan siap digunakan setiap saat.
Description: xxv, 308 hal.; ilus.; 28 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/347
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
101943-GYTHA INDRIAWATI AMIN-FKIK.PDF1.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.