Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34692
Title: Pemahaman intelektual muslim indonesia atas ayat ayat hubungan antar umat beragama
Authors: Abdul bari nasrudin
Advisors: Abd. Moqsith
Keywords: Hubungan Antar Umat Beragama
Issue Date: 29-Mar-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
Abstract: Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa pemahaman Intelektual Muslim Indonesia atas ayat-ayat hubungan antarumat beragama memiliki perbedaan sekaligus kesesuain dari perwakilan mufasir klasik (Ibn Kaṡir, Fakhr al-Dīn al-Rāzī) dan modern (Wahbah al-Zuḥailī, Hamka, M. Quraish Shihab). Perbedaan yang paling mencolok atau terlihat pada QS. al-Baqarah/2: 62 pengakuan adanya jaminan keselamatan di hari akhir. Sebagai sosok intelektual Muslim Indonesia Abd. Moqsith Ghazali, Zuhairi Misrawi, Budhy Munawar Rachman, Nurcholish Madjid, Jalaluddin Rakhmat sepakat menerima bahwa agama-agama lain (Yahudi, Nashrani, Shabi’in) mendapatkan jaminan keselamatan di hari akhir. Kesesuaian dari penafsiran mufasir ini (Ibn Kaṡir, Fakhr al-Dīn al-Rāzī Wahbah al-Zuḥailī, Hamka, M. Quraish Shihab). Sedangkan yang menolak jaminan keselamatan di hari akhir; Amin Suma dan Rizie Shihab kesesuain dari penafsiran mufasir (al-Zamakshari, Sayyid Quthb). Pada QS. al-Baqarah/2: 256 dan al-An’am/6: 108, hampir tidak ada perbedaan antara Intelektual Muslim Indonesia dengan perwakilan mufasir klasik dan modern. Tidak ada paksaan beragama adalah hak setiap orang untuk memilih suatu agama mana yang dianggap baik dan buruk, tanpa ada unsur pemaksaan. Kemudian ayat al-An’am/6: 108, Islam memandang bahwa sikap menghormati, menghargai sebagai wujud kecintaan Islam terhadap agama lain. Dalam rangka penghormatan dan perlindungan terhadap simbol keagaman, Islam tidak membolehkan menaci-maki atau menghina sesembahan Tuhan agama lain. Meskipun sesembahan atau simbol tersebut dipandang sebagai kejahilan atau kemusyrikan menurut Islam. Kesimpulan tersebut didapatkan dengan menggunakan metode deskripstif analitik dan perbandingan, sehingga dapat diketahui bahwa pemahaman intelektual muslim Indonesia atas ayat-ayat hubungan antarumat beragama, memiliki kesesuain dan perbedaan pendapat. Antara Islam dan agama lain, memiliki titik temu yaitu kalimatun sawā yaitu menuju kepada Tuhan Yang Esa. Artinya, dengan kepercayaannya yang teguh dan kepatuhan yang mutlak kepada Allah. Kaum Muslimin merealisasikannya kedalam sikap-sikap positif yang dapat mencegah dari segala bentuk prilaku yang akan menghancurkan kemanusian dan dunia. Dari sikap tersebut akan membuahkan hasil kedamian dan keamanan secara menyeluruh jalan yang terbentang dihadapan mereka adalah jalan kemajuan, toleransi dan rasa kesamaan, bukan jalan angakara murka, permusuhan dan pengrusakan
Description: xi, 89 hal,; 30 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34692
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ABDUL BARI NASRUDIN-FUF.pdf4.42 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.