Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34691
Title: Studi pemikiran ignaz goldziher tentang perkembangan tafsīr bi al-ma’tsūr
Authors: Siti Ana Mariyam
Advisors: Mohammad Anwar Syarifuddin
Keywords: Kajian Sejarah Tafsir Al-ma'tsur
Issue Date: 18-Nov-2016
Publisher: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
Abstract: Tafsīr bi al -ma’tsūr merupakan afsir yang dinggap valid karena bersumber dari para perawi yakni Rasulullah SAW, para Sahabat, dan Tabi’in. Tafsīr al-ma’tsūr dianggap valid apabila diriwayatkan langsung dari Rasulullah SAW kepada para sahabat melalui jalur Talaqqi, problematika yang terjad pada Tafsīr bi al ma’tsur disebabkan oleh beragamnya para perawi dalam menafsirkan al-Quran. Goldziher merupakan seorang orientalis yang sangat concern dalam mengkaji Islam Goldziher merupakan orang Yahudi yang mempunyai ketertarikan mengkaji Islam secara mendalam melebihi keikutsertaannya dibidang politik, hasil karyanya begitu memberikan manfaat besar khususnya untuk kemajuan perkembangan ilmu perkembangan sejarah tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sejarahTafsīr alma’tsūrmenurut Ignaz Goldziher, yang melihatnya sebagai Tafsir yang sangat penting bagi pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an karena berasal dari Nabi SAW langsung, namun dalam perkembangannya mengalami problem reliabilitas terkait dengan nilai-nilai periwayatannya yang tidak lagi dianggap ṣahīh, terutama tentang isinya yang banyak memuat pandangan para sahabat sendiri, ataupun juga pengaruh Israilliyat dan kontroversi makna dalam berbagai riwayat yang saling bertentangan. Pandangan Goldziher ini secara langsung atau tidak langsung memberi pengaruh bagi kajian al- Qur’an di masa selanjutnya. Tafsir al-Qur’an yang menjadi pondasidan sumber utama kajian Islam, menemukan titik tolak pandangan baru melalui Goldziher, dimana sumber-sumber Barat mulai dijadikan sebagai rujukan, terutama untuk mengkritik pandangan ulama tradisional Islam. Meskipun begitu, dalam beberapa sisi Goldziher dan ulama islam mempunyai kesamaan dalam memaknai apa itu Tafsīr al-ma’tsūr, meski sedikit berbeda dalam menandai sejarah perkembangannya. Baginya, Tafsīr bi al-ma’tsūr menjadi sesuatu yang sulit dicapai, bukan saja kebanyakan riwayat tidak sampai ke tangan kita sekarang, tetapi isinya juga menjadi sesuatu yang problematik karenanya. Banyak riwayat palsu, pengaruh buruk Israilliyat, dan kontroversi yang tidak bisa disatukan menyebabkan penilaian orang terhadap riwayat-riwayat Tafsīr al- ma’tsūr menjadi kurang reliable. Semua ini tidaklah mengherankan, karena Goldziher disimbolkan sebagai bapak orientalisme yang ahli dalam melakukan kritik sejarahdalam kajian Islam, terutama sejarah tafsir
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34691
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SITI ANA MARIYAM-FUF.pdf5.22 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.