Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34667
Title: Interpretasi teks hadis perempuan melakukan perjalanan tanpa maẖram
Authors: Ummi Hasanah
Advisors: Fariz Pari
Keywords: Mahram, Hadis
Issue Date: 26-Apr-2017
Publisher: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
Abstract: Hadis penyertaan maẖram dalam perjalanan seorang perempuan telah didengungkan sejak masa ulama klasik hingga modern saat ini. Dewasa ini, perbincangan terkait hadis maẖram tersebut muncul di kalangan civitas akademi, baik kalangan mahasiswa, dosen hingga ulama kontemporer melalui beragam pendekatan. Sebab pada perkembangannya, maẖram bagi perjalanan seorang perempuan merupakan salah satu fenomena sosial yang diperdebatkan. Jika hadis tersebut hanya dipahami secara tekstual, maka dianggap kurang relevan dengan kondisi dan situasi saat ini. Sehingga hadis tersebut perlu dikaji melalui pendekatan yang lebih sistematis, salah satunya melalui pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Hermeneutika Paul Ricoeur menghadirkan proses pemahaman yang disebut dengan interpretasi teks. Terdapat dua proses interpretasi sebagai proses analisis data, yaitu proses semiologi struktural (cakrawala teks) dan proses apropriasi. Proses analisis data teks hadis maẖram secara semiologi struktural menggambarkan tentang pelarangan perempuan bepergian dan keutamaan mendampingi istri yang hendak pergi haji dibandingkan berperang. Selanjutnya, mengungkapkan cakrawala peneliti, yaitu dunia yang tergambar dari dalam diri peneliti sendiri terkait kondisi dan situasi perempuan saat ini. Saat ini beberapa kasus kejahatan terhadap perempuan marak terjadi, sehingga tak heran banyak lembaga-lembaga sosial perempuan yang hadir dengan sederetan perundangan-undangan. Tahap akhir adalah apropriasi, yakni penyatuan antara cakrawala teks dan cakrawala peneliti. Pemaknaan yang dapat di ambil melalui pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur dari hadis yang melarang perempuan melakukan perjalanan tanpa disertai maẖram adalah bentuk perlindungan dari lembaga berupa sederetan perundang-undangan, aksi pejabat pemerintah, kepala pemerintahan serta masyarakat. Selain itu, peran maẖram dalam hadis tesebut adalah bentuk pencegahan secara konkrit bagi perempuan. Pencegahan tesebut dilakukan oleh keluarga dekat perempuan yang dalam hal ini adalah maẖram . Sehingga pendekatan ini merangkum secara kontekstual namun tidak melepaskan ati maẖram secara tekstual
Description: viii, 74 Hal.;
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34667
Appears in Collections:Tesis

Files in This Item:
File SizeFormat 
UMMI HASANAH-FUF.pdf1.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.