Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34617
Title: Nilai-nilai sosial puasa dalam agama buddha
Authors: Abdul Malik
Advisors: Siti Nadroh
Issue Date: 2-Oct-2016
Abstract: Puasa adalah masalah yang menarik. Mengapa demikian, ajaran puasa dalam agama Buddha hanya sebagai media standar untuk mengekspresikan kedekatan, kecintaan, permohonan rahmat dan ampunan dari Sang Buddha. Agama Buddha biasa disebut dan dicitrakan sebagai agama (asketik), yaitu agama yang tidak tergiur dengan keindahan duniawi. Ia hanya mementingkan untuk hubungan kepada Sang Buddha (horizontal). Hal tersebut dari ajaran di dalamnya yang menerangkan cara untuk mencapai tujuan akhir, yaitu nibbana. Sederhananya nibbana merupakan puncak spiritualitas dalam agama Buddha yang terlepas unsur-unsur duniawi yang membelenggu penganutnya. Maka dalam agama Buddha, berpuasa bukan hanya berhubungan terhadap Sang Buddha saja. Akan tetapi, dengan berpuasa mempunyai nilai-nilai sosial yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam agama Buddha, puasa merupakan perwujudan dari pelaksanaan sila, yaitu suatu cara untuk mengendalikan diri terhadap segala bentuk-bentuk pikiran yang tidak baik. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk meneliti ritual puasa dalam agama Buddha. dalam melakukan penelitian ini, penulis mengumpulkan data kualitatif. Pertama, data kepustakaan. Penulis mengumpulkan beberapa literatur buku-buku ilmiah dan sumber lainnya yang memiliki relevansi dengan objek penelitian sebagai dasar-dasar teoritis. Kedua, data lapangan. Yaitu penulis terjun langsung ke Vihara Siripada yang berlokasi di Tanggerang Selatan Banten dimana umat Buddha melakukan ritual. Ketiga, penulis melakukan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengumpulkan data dan memperoleh keterangan-keterangan yang sesuai dengan tujuan penelitan. Setelah penulis amati, bahwasannya puasa itu mengandung nilai-nilai sosial yang sangat penting dalam kehidupan kita khususnya dalam agama Buddha. Berpuasa bukan hanya media untuk mendekatkan diri kepada Sang Budda saja, akan tetapi implementasi nilai-nilai puasa itu kita terapkan dalam kehidupan sosial. Apa saja nilai-nilai puasa yang terkandung dalam agama Buddha? Tentunya nilai-nilai puasa yang terkandung dalam agama Buddha sangat banyak. Akan tetapi, penulis mencoba meringkasnya dalam empat faktor diantaranya: dengan berpuasa khususnya penganut Buddha harus mempunyai sifat solidaritas sosial yang tinggi, mempunyai rasa empati, mempunyai rasa humanisme dan harus bisa mengendalikan pikiran. Karena dengan nilai empat faktor ini bagi umat Buddha yang menjalankan ritual puasa ia akan merasa hidup lebih tenang dan bahagia untuk mencapai tujuan akhir yaitu nibbana
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34617
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ABDUL MALIK-FU.pdf4.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.