Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34615
Title: Doktrin ketuhanan dan ajaran moralitas pada masyarakat Suku Samin di Bojonegoro
Authors: Siti Kusniyatus Sayidah
Advisors: Hamid Nasuki
Issue Date: 10-Apr-2017
Abstract: Suku Samin adalah sebuah kelompok masyarakat adat di Jawa yang tinggal di pedalaman hutan jati Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Komunitas Samin di sini dalam beragama mempunyai prinsip aku wong Jowo, Agamaku njowo (Aku orang Jawa, Agamaku njowo yakni Adam). Agama Adam bagi masyarakat Samin diakui sebagai agama yang dibawa sejak lahir. Esensi dasarnya adalah sebagai perwujudan “ucapan” (tandeke neng pengucap, opo wae thukule soko pengucap) dan diwujudkan dengan aktifitas yang baik. Masyarakat Suku Samin percaya kepada Hyang Kuasa (Yai). Yai bermakna dzat yang memenuhi hajat hidup makhluk, makhluk pun memiliki kewajiban. Jika makhluk memohon hanya kepada-Nya dengan mengheningkan cipta (semedi). Pengakuan masyarakat Samin bahwa dirinya beragama Adam berpegang pada serat Jamus Kalimosodo. Dalam serat Jamus Kalimosodo terdapat salah satu ajaran tentang etika atau moral masyarakat Suku Samin yang tertuang dalam serat Uri-uri Pambudi. Kajian pokok dari studi ini adalah menggambarkan tentang Tuhan dan ajaran Moralitas pada Masyarakat Suku Samin. Selain itu penulis juga ingin menjelaskan bagaimana implementasi ajaran moralitas dalam kehidupan seharihari. Untuk menjelaskan masalah di atas penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan antropologi agama. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa pandangan tentang Tuhan dalam kepercayaan masyarakat Suku Samin yaitu, masyarakat Suku Samin percaya bahwa Tuhan itu mempunyai Sifat-sifat, Tuhan memiliki kekuasaan dan kehendak mutlak, Tuhan yang mengatur takdir dan kebebasan manusia serta mengakui konsep iman dalam ajaran Masyarakat Suku Samin. Dalam penelitian ini penulis melihat ajaran Suku Samin memiliki prinsip dasar beretika atau bermoral berupa pantangan untuk tidak drengki (membuat fitnah), Srei (serakah), Panasten (mudah tersinggung atau membenci sesama), dawen (mendakwa tanpa bukti), kemeren (iri hati/syirik keinginan untuk memiliki barang yang dimiliki orang lain), nyiyo marang sapodo (berbuat nista terhadap sesama penghuni alam), pantangan hidupnya dalam berinteraksi adalah bedok (menuduh), colong (mencuri), Pethil (mengambil barang yang masih menyatu dengan alam atau masih melekat dengan sumber kehidupannya), jumput (mengambil yang telah menjadi komuditas di pasar), nemu (menemukan barang menjadi pantangan). Dan prinsip ajaran tersebut masih sangat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Suku Samin, Sedulur Sikep, Ajaran Tuhan dan Moralitas,
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34615
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
SITI KUSNIYATUS SAYIDAH-FAH.pdf4.22 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.