Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34433
Title: Pembacaan hermeneutika hadits tentang perempuan kekurangan akal dan agama: Perspektif Hans-Georg Gadamer
Authors: Lia Andriyani
Advisors: Rifqi Muhammad Fathi
Issue Date: 7-Nov-2016
Abstract: Skripsi ini membahas penafsiran hadits tentang “perempuan kekurangan akal dan agama” dengan perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Sejauh peneliti dapat telusuri kajian atas hadits ini, hanya menyentuh rasionalisasi yang terkesan diskriminasi terhadap perempuan. Hadits tersebut mengisyaratkan perempuan untuk mengambil sikap hati-hati. Dengan cara misalanya, Hamim Ilyas melihatnya pada fakta sosial sekarang yang menunjukan bahwa perempuan sering terbawa emosi, labil dan tidak kuat pendirian. Sementara fokus kajian dalam skripsi sekarang mencoba mengisi yang belum diungkap dalam kajian tersebut, yaitu aspek historikalitas hadits. Peneliti berkeyakinan pendalaman pemahaman akan kesejarahan teks hadits ini akan menyingkap apa yang sebenarnya dimaksudkan tentang “perempuan kekurangan akal dan agama”. Adapun penelitian dalam skripsi menemukan beberapa temuan menarik, antara lain melalui analisis hermeneutika Gadamer. Penemuan pertama, analisis cakrawala teks tentang “perempuan kekurangan akal dan agama” yang diriwayatkan oleh al-Bukhārī, menginformasikan bahwa pesan hadits tersebut tidak dimaksudkan untuk melemahkan perempuan. Akan tetapi, hadits tersebut hanya menginformasikan kelemahan dan kekurangan dalam diri perempuan. Dalam arti perempuan tidak bisa menunaikan ibadah shalat dan puasa ketika menstrulasi itulah maksud kekurangan agama. Sedangkan kekurangan akal perempuan dalam arti perbedaan penilaian satuan persaksian, dimana dua orang saksi perempuan sebanding dengan satu orang lakilaki. Penemuan kedua, analisis cakrawala pembaca menginformasikan bahwa pesan hasil dari analisis cakrawala teks sesuai dengan perkembangan gagasan dan kesadaran pembaca yang telah mengenal semangat zaman modern. Yaitu demokrasi, kesetaraan dan sensifitas gender. Penemuan ketiga, analisis peleburan cakrawala menginformasikan bahwa pessan hadits tentang “perempuan kekurangan akal dan agama” lebih pas dibaca secara kontekstual. Karena kekhususan-kekhususan makna yang terkandung di dalamnya yang bersifat praktis dan tidak menyalahi semanagat besar Islam sebagai agama yang universal, adil, demokratis, setara serta rahmat bagi sekalian alam. Hasil dari penelitian ini tentunya masih jauh dari sempurna, masih banyak ruang yang perlu diteliti lebih jauh. Salah satu ruang yang perlu diteliti lebih lanjut, misalnya meneliti hadits “perempuan kekurangan akal dan agama” dari segi semiotika.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34433
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
LIA ANDRIYANI-FU.pdf3.35 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.