Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34390
Title: Peran pengusaha pembuatan tempe dalam pemberdayaan masyarakat: Studi kasus di RT 16 RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan
Other Titles: --
Authors: Nurmah
Advisors: Syamsir Salam
Keywords: pembuatan tempe;rekrut
Issue Date: Jun-2013
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: Usaha pembuatan tempe merupakan usaha kecil yang mampu menyerap tenaga kerja baik yang terkait langsung dalam proses produksi maupun dengan perdagangan bahan masukan maupun produk hasil olahannya. Prospek usaha pembuatan tempe sangat baik karena permintaan tempe semakin meningkat, tempe terbuat dari kacang kedelai yang mengandung gizi yang baik untuk tubuh manusia, tempe merupakan makanan khas Indonesia. Umumnya tempe digunakan sebagai bahan lauk pauk, dan tempe harganya relatif murah bisa dibeli oleh seluruh lapisan masyarakat. Usaha pembuatan tempe memiliki peran yang sangat besar dalam usaha pemerataan kesempatan kerja, kesempatan usaha dan peningkatan pendapatan. Usaha pembuatan tempe pada umumnya dikelola dalam bentuk usaha rumah tangga, sehingga perkembangannya selalu dihadapkan dengan permasalahan yang menyangkut bahan baku yaitu kedelai, ketersediaan dan kualitas faktor produksi, tingkat keuntungan, pemasaran serta permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengusaha pembuatan tempe dalam pemberdayaan masyarakat, untuk mengetahui hasil pemberdayaan yang dilakukan oleh pengusaha pembuatan tempe terhadap masyarakat sekitar, dan untuk mengetahui hambatan pengusaha pembuatan tempe dalam pemberdayaan masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah: pemberdayaan yang dilakukan oleh pengusaha pembuatan tempe terhadap para pekerja atau pengrajin tempe mereka mendapatkan ilmu serta keretampilan dalam pembuatan tempe, mereka mendapatkan pekerjaan menjadi pengrajin tempe dan mendapatkan upah atau pendapatan sehingga tingkat perekonomian mereka menjadi bertambah. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung dan wawancara terhadap responden. Berdasarkan pengamatan di RT 16 RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan tepatnya di JL. KH. Mas’ud masyarakatnya sebagian besar membuka usaha pembuatan tempe. Dan kebanyakan masyarakat yang membuka usaha pembuatan tempe adalah etnis atau suku jawa yang merantau ke Jakarta. Peneliti mewawancarai Pengusaha pembuatan tempe, Pengrajin tempe atau para pekerja, dan Ketua RT 16. Penemuan penelitian pada usaha pembuatan tempe dalam memberdayakan masyarakat yaitu kebanyakan para pekerja atau pengrajin tempe di rekrut atau diambil dari kampung halaman pengusaha pembuatan tempe yaitu dari pekalongan dan mereka sudah saling kenal sebelumnya. Para pengrajin tempe hanya lulusan SD dan SMP mereka tidak menamatkan pendidikan. Alasan mereka menjadi pengrajin tempe karena untuk mencari pekerjaan di Jakarta sulit karena mereka tidak memiliki ijazah.
Description: viii, 53 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34390
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
NURMAH-FDK.pdf3.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.