Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34350
Title: Perbuatan baik dan buruk manusia menurut Ibn Taimiyah
Authors: Riana Cahaya Purnama
Advisors: Zainun Kamaluddin Faqih
Issue Date: 22-Feb-2017
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran kalam salah satu tokoh yang berpengaruh dalam aliran Salaf yaitu Ibn Taimiyah terutama dalam persoalan perbuatan manusia yang terdiri dari hakikat perbuatan manusia, kehendak Tuhan, dan kebebasan manusia dalam perbuatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk menjelaskan serta mengelaborasi pikiran-pikiran Ibn Taimiyah yang berkenaan dengan perbuatan manusia. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitiannya tentang perbuatan baik dan buruk manusia menurut Ibn Taimiyah adalah library research dengan menggunakan data primer yang berasal dari salah satu karya Ibn Taimiyah dan data sekunder yang menjadi penunjang bagi sumber data primer. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran Ibn Taimiyah mengenai perbuatan manusia tidak terlalu identik dengan pendapat aliran Mu‟tazilah maupun Asy‟ariyah. Namun pemikiran Ibn Taimiyah mengenai perbuatan manusia mengambil atau memilih pandangan yang benar dan meninggalkan pandangan yang salah dari pandangan kedua aliran teologi Islam yakni Mu‟tazilah dan Asy‟ariyah mengenai perbuatan manusia. di antaranya: pertama, Ibn Taimiyah menyetujui pendapat yang diungkapkan oleh aliran Asy‟ariyah bahwa perbuatan manusia merupakan ciptaan Tuhan, akan tetapi Ibn Taimiyah tidak sependapat dengan aliran ini mengenai peniadaan hakikat dari perbuatan manusia. Dan Ibn Taimiyah juga menyetujui pendapat aliran Mu‟tazilah yang mengatakan bahwa perbuatan manusia pada hakikatnya adalah perbuatan manusia itu sendiri, akan tetapi ia tidak sependapat dengan aliran Mu‟tazilah bahwa Tuhan tidak menciptakan perbuatan manusia. Kedua, mengenai masalah irādah Tuhan Ibn Taimiyah menolak kedua pendapat aliran Mu‟tazilah dan Asy‟ariyah. Ia menolak pendapat Asy‟ariyah yang mengatakan bahwa kebaikan dan keburukan perbuatan manusia terwujud disebabkan oleh kehendak mutlak Tuhan. Dan ia mengkritik aliran Mu‟tazilah karena telah menyamakan antara perbuatan Tuhan dengan perbuatan manusia. Ketiga, manusia menurut Ibn Taimiyah memiliki kehendak dan kekuasaan dalam melaksanakan segala apa yang diperintahkan Tuhan kepada hamba-Nya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34350
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RIANA CAHAYA PURNAMA-FU.pdf2.77 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.