Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34314
Title: Uji Efek Antihiperglikemik Ekstrak Etanol 70% Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) pada Tikus Putih Jantan dengan Metode Induksi Aloksan
Authors: Fika Hilmiyatu Durry
Advisors: Yardi
M. Yanis Musdja
Keywords: Antihiperglikemia;aloksan;biji rambutan;histologi;α glukosidase;Nephelium lappaceum L
Issue Date: 2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemui di Indonesia, di mana bijinya digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70% biji rambutan tehadap penurunan kadar glukosa darah dan perubahan histologi pankreas tikus diinduksi aloksan, serta terhadap penghambatan aktivitas enzim α glukosidase. Pada uji dengan metode induksi aloksan, tikus dibagi menjadi enam kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif, kontrol negatif, dan tiga kelompok uji diberi ekstrak dosis 80; 160; dan 320 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 21 hari, dimulai 7 hari setelah induksi aloksan dosis 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Pengukuran kadar glukosa darah puasa (GDP) dilakukan pada waktu sebelum induksi, hari ke-0, 7, 14, dan 21 perlakuan. Pada hari ke-21 setelah pengukuran GDP, satu tikus dari tiap kelompok diambil organ pankreasnya untuk diamati secara histologi. Parameter pengamatan histologi yaitu penghitungan jumlah sel pulau langerhans pankreas. Untuk uji penghambatan enzim α glukosidase, tikus dibagi dalam tiga kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok ekstrak dosis 320 mg/kg BB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke-0, 30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan kadar GDP pada dosis ekstrak 80; 160; dan 320 mg/kgBB yaitu 42,10%, 48,83%, 57,36% sedangkan pada kontrol positif yaitu 63,96%. Pada pengamatan histologi, tikus kelompok ekstrak 320 mg/kgBB memiliki jumlah sel pada langerhans pankreas yang hampir sama dengan kelompok kontrol positif. Pada uji penghambatan enzim α glukosidase, ekstrak dosis 320 mg/kgBB terbukti mampu menghambat peningkatan kadar glukosa darah postprandial tikus dengan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol biji rambutan memiliki efek antihiperglikemia dan berpotensi dalam pengobatan diabetes.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34314
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
FIKA HILMIYATU DURRY-FKIK.pdf4.84 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.