Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34275
Title: Evaluasi Drug Related Problem pada Pasien dengan Diagnosa Penyakit Jantung Koroner di Salah Satu Rumah Sakit Jakarta Utara
Authors: Annissa Fadilla Martha
Advisors: Nelly Suryani
Delina Hasan
Keywords: Drug Related Problems;DRPs Jantung Koroner,;Interaksi obat;Penyakit Jantung Koroner.
Issue Date: Oct-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular saat ini adalah penyebab mortalitas tertinggi di dunia, dimana dilaporkan sebanyak 30% dari mortalitas global. Pada tahun 2010, penyakit kardiovaskular tercatat telah membunuh 18 juta orang, 80% terdapat di negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa penelitian melaporkan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi pada pasien dengan penyakit kardiovaskular disebabkan karena pemakaian obat yang cukup banyak atau yang disebut polifarmasi. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian atau masalah yang tidak diinginkan terkait terapi obat pasien yang berpengaruh pada outcome yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian DRPs yang meliputi ketidaktepatan dosis yaitu dosis kurang dan dosis lebih, indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, potensial interaksi serta ketidaktepatan pemilihan obat pada terapi pengobatan pasien dengan diagnosa penyakit jantung koroner di instalasi rawat inap salah satu Rumah Sakit Jakarta Utara. Penelitian ini bersifat retrospektif dimana data diperoleh melalui data sekunder berupa rekam medis pasien periode Januari-Mei 2016 dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan data berupa total sampling, didapatkan 45 sampel yang sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian Drug Related problems (DRPs) yang terjadi adalah potensial interaksi obat sebesar 81,02%, dosis obat kurang dari dosis terapi (underdose) sebesar 14,42%, dosis obat melebihi dosis terapi (overdose) sebesar 3,98%, obat tanpa indikasi sebesar 0,56% dan tidak ditemukannya kategori indikasi tanpa obat dan ketidaktepatan pemilihan obat. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya peran apoteker dalam melakukan pemantauan terapi obat pada pasien untuk meminimalisir terjadinya DRPs.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34275
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ANNISSA FADILLA MARTHA-FKIK.pdf3.8 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.