Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34270
Title: Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 96% Tumbuhan Paku Nephrolepis Falcata (Cav.) C. Chr terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley
Authors: Siti Windi Hariani
Advisors: Ismiarni Komala
Puteri Amelia
Keywords: Tumbuhan paku;Nephrolepis falcata (Cav.) C;krim ekstrak etanol;luka bakar
Issue Date: Jul-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa yang diperkirakan berperan dalam aktivitas tersebut diantaranya flavonoid dan fenol (Komala, et al., 2015). Senyawa flavonoid dan fenol pada berbagai tumbuhan lainnya diketahui berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan proses penyembuhan luka sehingga terdapat potensi pada tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr dalam mempengaruhi proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr terhadap penyembuhan luka bakar derajat dua. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Sprague Dawley dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan basis krim, kelompok kontrol positif yang diberikan krim Silver SulvadiazineĀ®, dan 3 kelompok uji konsentrasi yang diberikan krim ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C 2,5%, 5%, dan 10%. Pembuatan luka bakar derajat dua dilakukan dengan cara memanaskan plat logam berukuran 4 x 2 cm dalam air mendidih selama 5 menit, kemudian plat besi tersebut ditempelkan selama 10 detik pada bagian dorsal sekitar 3 cm dari auricular tikus. Pemberian krim ekstrak dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama 21 hari. Parameter yang diamati yaitu perubahan visual dan waktu penyembuhan luka bakar, penurunan dan persentase penyembuhan luka bakar, penurunan jumlah sel radang, peningkatan jumlah fibroblas, dan neokapilerisasi. Hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C mempengaruhi perubahan visual dan waktu penyembuhan luka bakar Hasil analisis statistik Paired Sample T test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) terhadap penurunan luas luka bakar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji statistik One-Way ANOVA menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C konsentrasi 2,5% dan 5% menghasilkan persentase penyembuhan luka bakar yang berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif. Krim ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C dapat menurunkan jumlah sel radang, meningkatkan jumlah fibroblas, dan neokapilerisasi. Krim ekstrak etanol tumbuhan paku Nephrolepis falcata (Cav.) C mempengaruhi proses penyembuhan luka bakar derajat dua berdasarkan parameter perubahan visual dan waktu penyembuhan luka, penurunan luas dan persentase penyembuhan luka, penurunan jumlah sel radang, peningkatan jumlah fibroblas, dan neokapilerisasi.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34270
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SITI WINDI HARIANI-FKIK.pdf1.74 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.