Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34269
Title: Analisis Spasial Faktor Lingkungan Penyakit ISPA Pneumonia Pada Balita di Provinsi Banten Tahun 2011-2015
Authors: Isnaeni Wahyu Saputri
Advisors: Ela Laelasari
Hoirun Nisa
Keywords: Analisis spasial;faktor lingkungan;ISPA pneumonia balita;Provinsi Banten
Issue Date: 2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Penyakit ISPA pneumonia merupakan pembunuh nomor satu balita di Indonesia dengan estimasi kematian sebesar 80-90%. Sejak tahun 2011-2013 penyakit ini menjadi 10 penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat di Provinsi Banten. Bahkan Provinsi Banten termasuk kedalam 10 Provinsi dengan kasus ISPA terbesar di Indonesia. Dibutuhkan analisis situasi penyakit ISPA pneumonia di Provinsi Banten menggunakan analisis spasial untuk menghadirkan informasi faktor-faktor lingkungan yang memiliki kecenderungan berkontribusi dalam terjadinya penyakit ISPA pneumonia pada balita secara lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan memetakan distribusi penyakit ISPA pneumonia pada balita beserta faktor lingkungan seperti faktor lingkungan fisik (jenis lantai rumah, jenis dinding rumah, jenis bahan bakar memasak, kepadatan ternak, dan kepadatan industri) dan faktor lingkungan sosial ekonomi (jenis pekerjaan dan kemiskinan) berdasarkan wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten tahun 2011-2015. Disain studi penelitian ini adalah ecological study dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus ISPA pneumonia pada balita per Kabupaten/Kota yang terlaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten selama tahun 2011-2015. Distribusi kejadian penyakit ISPA pneumonia yang tinggi pada balita selama tahun 2011-2015 memperlihatkan adanya kecenderungan lebih terpusat di wilayah timur Provinsi Banten. Kemudian, terdapat pola persebaran penyakit, dimana tingkat kejadian ISPA pneumonia pada balita yang sama terjadi di wilayah yang berdekatan. Pola persebaran penyakit ISPA pneumonia pada balita terhadap faktor lingkungan berupa kepadatan ternak, kepadatan industri, dan jenis pekerjaan industri memiliki kecenderungan ke arah positif. Sedangkan pola persebaran penyakit ISPA pneumonia pada balita terhadap faktor lingkungan berupa jenis lantai, jenis dinding, jenis bahan bakar, jenis pekerjaan pertanian dan kemiskinan memiliki kecenderungan ke arah negatif. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk menanggulangi permasalahan ISPA pneumonia pada balita dimulai dengan kabupaten/kota dengan kasus tertinggi kemudian dilanjutkan dengan wilayah yang ada di sekitarnya, meningkatkan upaya dalam memperbaiki kesehatan lingkungan di sektor industri dan peternakan, serta meningkatkan ketersediaan data yang lebih baik.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34269
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ISNAENI WAHYU SAPUTRI-FKIK.pdf3.94 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.