Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34245
Title: Analisis Semiotika Film Taare Zameen Par
Other Titles: --
Authors: Abdillah Hafied
Advisors: Musfirah Nurlaily
Keywords: membimbing dan mengajari;film Taree Zameen
Issue Date: May-2013
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: ABSTRAK ABDILLAH HAFIED, Analisis Semiotika Film “Taare Zameen Par” Setiap film yang dibuat atau diproduksi pasti menawarkan suatu pesan kepada para penontonnya. Jika dikaitkan dengan kajian komunikasi, suatu film yang ditawarkan harusnya memiliki efek yang sesuai dengan pesan yang diharapkan, jangan sampai inti pesan tidak tersampaikan tapi sebaliknya efek negatif dari film tersebut justru secara mudah diserap oleh penontonnya. Salah satu film mendidik dan bermanfaat adalah film india yang berjudul Taree Zameen Par, film yang diangkat dari kisah nyata. Film ini adalah film edukasi yang ditujukan kepada orang tua yang ada. Dalam film Taree Zameen Par banyak pesan komunikasi, pendidikan dan moral yang ingin disampaikan kepada para penonton. Dari latar belakang masalah di atas maka timbul rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana makna denotasi dalam film Taree Zameen Par? Bagaimana makna konotasi dalam film Taree Zameen Par? Bagaimana makna mitos dalam film Taree Zameen Par? Landasan teori yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu teori semiotika Roland Barthes, yaitu pesan-pesan tersusun atas seperangkat tanda untuk menghasilkan makna tertentu. Makna tersebut bukanlah innate meaning (makna bawaan alamiah), melainkan makna yang dihasilkan oleh sistem perbedaan atau hubungan tanda-tanda. Metodologi penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa makna makna denotasi pada film Taree Zameen Par adalah adalah tentang seorang anak yang menderita penyakit disleksia. Makna konotasinya adalah hubungan komunikasi ayah dengan keluarga yang tidak berjalan dengan baik. Sedangkan makna mitosnya adalah gambaran dari dinamika keluarga Asia secara umum. Dimana masing-masing subsistem berperan ii sebagaimana mestinya, dan secara tradisional masih disandarkan pada jenis kelamin. Ayah sebagai kepala keluarga bekerja di luar rumah guna menghidupi keluarga. Ibu berperan sebagai isteri yang siap melayani suami dan memenuhi seluruh kebutuhan anak, membimbing dan mengajari, serta berperan sebagai pihak yang mengontrol semua urusan anak.
Description: vii, 63 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34245
ISSN: --
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ABDILLAH HAFIED-FDK.pdf4.06 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.