Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34243
Title: Evaluasi Program Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Bagi Penyandang Tunadaksa Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta
Other Titles: --
Authors: Lusi Melani
Advisors: Wati Nilamsari
Keywords: terapi okupasi;care giver
Issue Date: Sep-2014
Publisher: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: --;--
Abstract: ABSTRAK Lusi Melani Evaluasi Program Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Bagi Penyandang Tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta Penyandang tunadaksa adalah individu yang mengalami kecacatan pada bagian fisiknya. Upaya pemulihan dan perbaikan bagi penyandang tunadaksa dapat dilakukan dengan berbagai macam terapi, salah satunya adalah terapi okupasi. Terapi okupasi adalah suatu upaya pemulihan yang bertujuan memperbaiki kemampuan untuk merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran dan penjelasan mengenai pelaksanaan terapi okupasi bagi penyandang tunadaksa di YPAC Jakarta. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi menurut Pietrzak, Ramler, Renner, Ford, dan Gilbert, yaitu berupa evaluasi input, evaluasi proses, dan evaluasi hasil. Pada skripsi ini peneliti menitik beratkan pada evaluasi proses saja. Dimana dalam evaluasi proses tersebut terdapat kriteria, terdiri dari standar praktek terbaik (best standard practice), kebijakan lembaga, tujuan proses (process goals), dan kepuasan klien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah evaluasi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu sample yang ditarik dengan sengaja. Informan dalam penelitian ini terdiri dari, manager pelaksana, penanggung jawab terapi okupasi, terapis, keluarga atau pengasuh (care giver), dan klien. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa proses terapi okupasi yang sangat besar pengaruhnya dalam membangun kemandirian klien untuk dapat hidup di tengah masyarakat tanpa ketergantungan terhadap orang lain. Meskipun ada beberapa kekurangan dalam pelaksaaan terapi okupasi. Untuk itu disarankan kepada penanggung jawab terapi okupasi agar senantiasa meningkatkan pelayanan, baik dari segi sumber daya manusia dengan memenuhi kualifikasi pendidikan para terapis dan menyediakan alat-alat tes pemeriksaan terapi okupasi yang belum tersedia. Selain itu perlu kerja sama semua pihak, salah satunya orangtua. Diharapkan pertemuan dengan keluarga semakin sering diadakan untuk mengevaluasi perkembangan klien. Sehingga dapat menunjang kesembuhan klien agar manfaat yang didapat dari terapi okupasi dapat mudah dan cepat dirasakan oleh klien.
Description: viii, 105 hal,; 29,5 cm
metadata.dc.description.uri: --
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34243
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
LUSI MELANI-FDK.PDF3.76 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.