Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34093
Title: Gratifikasi Di Mahkamah Konstitusi Dan Wacana Hukuman Mati
Authors: M. Nurul Irfan
Keywords: LAW;islamic law
Issue Date: Dec-2014
Publisher: Madania Jurnal Kajian Keislaman
Abstract: Kasus gratifikasi yang melibatkan seorang mantan Gubernur dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI sungguh sangat memperihatinkan. Sebagai gerbang terakhir lembaga penegakan hukum yang semestinya memperjuangan keadilan justru runtuh akibat tindak pidana suap yang dilakukan mantan ketuanya. Tindak pidana gratifikasi dalam perspektif hukum pidana Islam masuk ke dalam ranah jarimah takzir, yaitu hukuman yang didasarkan atas kebijakan penguasa setempat, bukan jarimah qisas atau hudud yang sanksi dan jenis hukumnya telah ditetapkan secara tegas di dalam Alquran dan hadis. Oleh sebab itu, wajar jika dalam kasus gratifiukiasi di MK muncul wacana hukuman mati, dalam rangka menimbulkan efek jera. Hal ini dimungkinkan karena di antara jenis hukuman takzir bisa berupa hukuman mati, khususnya terkait delik khusus yang tingkat kerusakan yang ditimbulkannya sangat besar. Kata Kunci : Gratifikasi, Mahkamah Konstitusi, hukuman mati, qisas, hudud dan takzir
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34093
Appears in Collections:Artikel

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Gratifikasi Di Mahkamah Konstitusi Dan Wacana Hukuman Mati1.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.