Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33411
Title: Perbandingan Daya Adsorpsi Pektin Dari Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa Balbisiana Bbb), Pektin Komersil Dan Aerosil Terhadap Minyak Atsiri Herba Kemangi (Ocimum Americanum L.)
Authors: Galih Audha Rahman
Advisors: Eka Putri
Keywords: Kulit pisang kepok;ekstraksi;pektin;adsorpsi;gravimetri;GCMS
Issue Date: 29-Jul-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Pisang merupakan tanaman yang berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim dan produksi buahnya di Indonesia menduduki peringkat pertama hasil pertanian hortikultura yaitu mencapai 6.279.290 ton pada tahun 2013. Kulit pisang mengandung senyawa pektin yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi pektin yang diekstraksi dari limbah kulit pisang kepok kuning (Musa balbisiana BBB) terhadap minyak atsiri herba kemangi (Ocimum americanum L.) dan dibandingkan dengan pektin komersil dan aerosil. Ekstraksi pektin dari simplisia kulit pisang dilakukan dengan menggunakan pelarut HCl 0,075 N pada suhu 90oC selama 80 menit. Setelah proses ekstraksi, dilakukan karakterisasi pektin. Karakterisasi pektin yang dilakukan meliputi pemerian pektin, uji kualitatif, rendemen, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, dan distribusi ukuran partikel. kemudian dilakukan uji daya adsorpsi kemangi yang diawali dengan pencampuran adsorben dengan minyak atsiri kemudian disimpan dalam desikator pada suhu 25-27oC dengan Rh 70-72 selama 34 hari. Pengujian dilakukan dengan metode pengukuran area under curve (AUC) menggunakan GC-MS dan uji gravimetri. Hasil karakterisasi kualitatif dan pemerian pektin sudah sesuai dengan standar, rendemen pektin 13,81%, kadar air 8,30%, kadar metoksil rendah yaitu 6,81%, dan distribusi ukuran partikel rata-rata serbuk pektin, pektin komersil dan aerosil secara berturut-turut yaitu 26,43 μm, 27,49 μm, dan 12,61 μm. Hasil uji daya adsorpsi dengan metode pengukuran AUC dari pektin hasil ekstraksi, pektin komersil, dan aerosil setelah penyimpanan selama 34 hari berturut-turut mengalami kehilangan minyak atsiri sebanyak 45,42%, 76,90%, 27,97%. Hasil berdasarkan uji gravimetri dari pektin hasil ekstraksi, pektin komersil, dan aerosil setelah 31 hari berturut-turut mengalami kehilangan minyak atsiri sebanyak 37,25%, 45,08% dan 10,02%. Kesimpulannya daya adsorpsi aerosil lebih baik dibandingkan dengan pektin, namun daya adsorpsi pektin hasil ekstraksi lebih baik dibandingkan pektin komersil.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33411
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
Galih Audha Rahman-FKIK.pdf23.11 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.