Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33371
Title: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pasien Swamedikasi Obat Antinyeri di Apotek Kabupaten Rembang Tahun 2016
Authors: Ikhda Khullatil Mardliyah
Advisors: Yardi
Keywords: perilaku pengobatan;swamedikasi;obat antinyeri
Issue Date: 25-Jul-2016
Publisher: Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Penggunaan obat nyeri atau analgesik sering digunakan bebas di pasaran, hal ini menyebabkan ketergantungan dan diperkirakan sebagai penyebab penyakit gagal ginjal kronis di masyarakat. Oleh sebab itu penggunaan obat perlu disertai dengan pengetahuan dan perilaku yang benar tentang obat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku pasien swamedikasi obat antinyeri di apotek Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional, dengan menggunakan purposive sampling (N=97). Data yang diperoleh dikumpulkan menggunakaan kuesioner terstruktur. Responden adalah pasien yang datang ke tiga apotek terpilih di Kabupaten Rembang yang sedang membeli dan akan menggunakan obat antinyeri. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat (Uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sebagian besar memiliki perilaku yang benar dalam menggunakan obat antinyeri (54.6%) dan perilaku yang salah dalam menggunakan obat antinyeri sebesar 45,4%. Ada hubungan antara perilaku swamedikasi obat antinyeri dengan Jenis kelamin (p=0,020), usia (p=0,046), dan pendidikan (p=0,047). Dilihat dari karakteristik responden menunjukkan bahwa perempuan lebih mendominasi penggunaan obat antinyeri secara swamedikasi sebesar 51,5%, usia diatas 30 tahun sebanyak 81,5%, dan pekerjaan terbanyak adalah petani sebesar 21,6%, pendidikan tertinggi ditempati responden dari kalangan SLTP/ MTs/ Sederajat 36,1%, dan 53,6% dengan penghasilan rendah. Obat yang digunakan oleh responden di tiga apotek Kabupaten Rembang tahun 2016 adalah Parasetamol 27,8%, Asam Mefenamat 21,7%, Piroksikam 18,6%, Natrium Diklofenak 12,4%, Methampiron 8,2%, Ibuprofen 7,1%, Kalium Diklofenak 2,1% dan Meloksikam 2,1%.
Description: xvi, 80 hlm.; 30 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33371
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
IKHDA KHULLATIL MARDLIYAH-FKIK.PDF2.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.