Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33180
Title: Tradisi Perkawinan Baduy Luar dengan Baduy dalam (Studi Kasus Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten)
Authors: Ayi Rukmana
Advisors: Abdul Halim
Keywords: Tradisi Perkawinan Baduy Luar dengan Baduy dalam
Issue Date: 2016
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tradisi perkawinan Baduy Luar dengan Baduy Dalam dan interaksi Islam, adat dan hukum dalam masyarakat Sunda Wiwitan serta penerimaan hukum Islam. Secara metodelogis, penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan etnogerafi, yang mana mengharuskan partisipasi peneliti secara langsung dalam sebuah masyarakat, locus penelitian di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Labak Banten Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. wawancara kepada para pihak terkait atau narasumber yang dapat memberikan informasi terkait dengan penelitian yang peneliti bahas. 2. Observasi participant dengan cara peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui langsung bagaimana tradisi perkawinan Baduy Luar dengan Baduy Dalam Sumber data yang peneliti ambil dari berbagai sumber, data primer berupa wawancara dengan pihak-pihak terkait yang dapat memberikan data yang di butuhkan oleh peneliti, sedangkan data sekunder berasal dari karya-karya peneliti yang berkaitan dengan perkawinan Baduy Luar dengan Baduy Dalam Berdasarkan penelitian maka diperoleh suatu kesimpulan bahwa perkawinan masyarakat Baduy dilakukan dengan tiga tahap lamaran dan selalu di jodohkan. Namun berbeda dengan masyarakat Baduy Panamping ada yang di jodohkan ada pula yang memilih sendiri calon pasangan nya dengan syarat persetujuan kedua belah pihak, namun unik nya perkawinan di Baduy Panamping bukan hanya dilaksanakan secara adat saja. Namun juga di lakukan di hadapan petugas pencatat perkawinan. Oleh karena itu banyak nya orang Baduy Panamping yang menikah dengan orang luar Baduy atau non Baduy, dengan kosekwensi harus keluar dari keadatannya. Dalam menjalani kehidupan seharihari, masyarakat Baduy juga tidak terlepas dari interaksi sosial antara masyarakat Baduy dengan masyarakt luar. Yang notabenenya mereka menganut keyakinan yang berbedam namun hidup dengan secara berdampingan, dan itu di buktikan dengan adanya pemukiman Baduy Muslim di Cicakal Girang.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33180
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
AYI RUKMANA-FSH11.9 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.