Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33179
Title: Studi Komparatif Kedudukan Mahar Pernikahan di Negara Indonesia dan Pakistan
Authors: Atiqoh Fatiyah
Advisors: Asep Saepudin Jahar
Keywords: Mahar;Studi Komparatif Kedudukan Mahar Pernikahan di Pakistan dan Indonesia
Issue Date: 2016
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengetahui konsep mahar dalam fiqih dan bagaimana posisi mazhab fiqih dalam konteks praktek mahar di Indonesia dan Pakistan serta perbedaan konsep mahar dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Indonsia dengan Undang-Undang Pakistan. Secara metodelogis, penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode sutudi pustaka, dengan pendekatan normatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil data dari berbagai macam sumber sebagai berikut. 1. Data hukum primer yang memuat informasi atau data bahan-bahan hukum yang terkait. Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-undang sipil Pakistan Dowry and Bridal Gift (Restricion) Act Tahun 1974. 2. Data hukum sekunder, sumeber data sekunder yang di ambil adalah studi kepustakaan, buku-buku, arsip-arsip, jurnal, dokumen, yag mendukung dalam pembahasan ini. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah bahwa hukum Islam al-Qur’an maupun as-Sunnah tidak menetapkan mengenai kadar maksimal mahar yang diberikan oleh calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai perempuan. Akan tetapi perundang-undangan mengenai mahar di Pakistan berbeda dengan negara Islam lainnya, karena di dalam perundang-undangan Pakistan mahar di tetapkan kadar maksimalnya.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33179
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
ATIQOH FATIYAH-FSH8.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.