Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33049
Title: Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Anti-inflamasi Ekstrak Etanol 70% Herba Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)
Authors: Risha Natasya Andriani
Advisors: Nelly Suryani
Keywords: Ekstrak herba kumis kucing;krim;Orthosiphon stamineus Benth;stabilitas fisik
Issue Date: 1-Aug-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Herba kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) merupakan tanaman herbal yang berpotensi memiliki aktivitas anti-inflamasi karena mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak herba kumis menjadi sediaan krim. Krim dibuat dalam 3 formula dengan memvariasikan konsentrasi asam stearat yaitu krim F1 (12%), F2 (13%), dan F3 (14%). Evaluasi stabilitas fisik sediaan krim dilakukan setiap minggu selama 3 minggu penyimpanan di suhu ruang (26 ± 2oC) dan di suhu tinggi (40oC) dengan parameter pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan sifat alir, sentrifugasi, cycling test, pengukuran daya sebar, dan pengukuran ukuran diameter globul rata-rata. Hasil menunjukkan bahwa krim F3 yang memiliki konsentrasi asam stearat paling tinggi memiliki konsistensi yang lebih kental dan kaku. Variasi konsentrasi asam stearat mempengaruhi stabilitas fisik krim selama 3 minggu penyimpanan. Dari segi organoleptis, homogenitas, dan uji sentrifugasi semua krim stabil setelah 3 minggu penyimpanan karena tidak mengalami perubahan. Peningkatan konsentrasi asam stearat menyebabkan penurunan viskositas krim sehingga daya sebar meningkat dan ukuran diameter globul rata-rata krim menurun selama 3 minggu penyimpanan. Nilai pH dan ukuran diameter globul rata-rata semua krim masih berada dalam rentang normal yang diharapkan. Hasil analisis data menggunakan One-Way ANOVA memperlihatkan tidak adanya perbedaan yang bermakna terhadap variasi konsentrasi asam stearat dan lama penyimpanan pada pengujian pH, viskositas, dan ukuran diameter globul rata-rata (p >0,05). Pengujian daya sebar pada suhu 26 ± 2oC menunjukkan perbedaan yang bermakna pada formula 1 dan 3 (p <0,05) sedangkan pengujian daya sebar pada suhu 40oC tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p >0,05).
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33049
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Risha Natasya Andriani-FKIK.pdf3.07 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.