Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33026
Title: Uji Aktivitas Gel Etil p-metoksisinamat terhadap Penyembuhan Luka Terbuka pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley
Authors: Nita Fitriani
Advisors: Azrifitria
Keywords: Kaempferia galanga L.;Etil p-metoksisinamat;Luka Terbuka;Metode Morton.
Issue Date: 22-Jun-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Luka merupakan suatu gangguan normal lepasnya integrasi epitel kulit diikuti oleh gangguan struktur dari anatomi dan fisiologinya. Ketika terjadi perlukaan pada jaringan kulit, proses kesembuhan dan regenerasi sel terjadi secara otomatis sebagai respon fisiologis tubuh. Etil p-metoksisinamat (EPMS) merupakan komponen terbesar yang dimiliki oleh kencur (Kaempferia galanga L.). EPMS mempunyai aktivitas sebagai anti-inflamasi, analgesik dan angiogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel EPMS terhadap kecepatan penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur sprague dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif yang diberikan gel Bioplacenton®, kelompok kontrol negatif yang diberikan basis gel dan 3 kelompok uji konsentrasi yang diberikan gel EPMS dengan konsentrasi yang bervariasi (1%, 3% dan 5%). Luka terbuka dibuat dengan metode Morton pada bagian dorsal sekitar 3cm dari auricula tikus. Pemberian gel EPMS dilakukan sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi perubahan warna, terbentuknya scab (keropeng), pembentukan kulit baru, persentase penyembuhan luka, neokapilerisasi, fibroblas dan makrofag. Hasil analisis statistik non parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa gel EPMS dengan 3 konsentrasi berbeda menunjukkan efek peningkatan persentase penyembuhan luka yang tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif dan kontrol negatif (p≥0,05). Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan perbedaan bermakna pada semua kelompok antara hari ke-0 dan 14 (p≤0,05). Hasil pengamatan mikroskopik menunjukkan terbentuknya neokapilerisasi serta fibroblas dan mengurangi jumlah makrofag pada kelompok uji konsentrasi 1%,3% dan 5% dibandingkan kelompok kontrol negatif. Dengan demikian, gel EPMS dapat membantu dalam proses penyembuhan luka terbuka pada fase inflamasi dan proliferasi.
Description: Lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/33026
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
NITA FITRIANI-FKIK.pdf4.42 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.