Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32975
Title: Nilai Sensitivitas dan Spesifisitas Titik Potong Rasio Lingkar Pinggang Tinggi Badan Sebagai Prediktor Kejadian Hipertensi pada Orang Dewasa di Indonesia (Analisis Riskesdas 2013)
Authors: Renita Pertiwi
Advisors: Febrianti
Keywords: hipertensi;obesitas sentral;RLPTB
Issue Date: 1-Oct-2016
Publisher: FKIK UIN Jakarta
Abstract: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah secara terus – menerus yang ditandai dengan TDS ≥140 mmHg dan atau TDD ≥90 mmHg. Meningkatnya prevalensi hipertensi perlu ditangani dengan melakukan pencegahan melalui pemantauan terhadap status obesitas sentral sebagai salah satu faktor risikonya. Status obesitas sentral dapat diketahui melalui pengukuran RLPTB (Rasio Lingkar Pinggang Tinggi Badan) yang merupakan alat skrining terbaik untuk menilai kejadian hipertensi dibandingkan dengan IMT dan LP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sensitivitas dan spesifisitas titik potong RLPTB sebagai prediktor dari kejadian hipertensi pada orang dewasa di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2013. Metode: penelitian ini merupakan analisis lanjut dari Riskesdas 2013 sehingga desain studi yang digunakan sama dengan Riskesdas, yaitu cross sectional. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 594.364 responden yang terdiri dari 287.569 laki-laki dan 306.795 perempuan yang berusia ≥18 tahun. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji diagnostik tabel 2x2 untuk menghitung nilai sensitivitas dan spesifisitas dari titik potong RLPTB 0,47 dan 0,50 pada laki-laki serta titik potong RLPTB 0,50 dan 0,51 pada perempuan. Hasil: Titik potong 0,47 RLPTB memiliki nilai sensitivitas 65,02% dan nilai spesifisitas 61,47% dan titik potong 0,50 RLPTB memiliki nilai sensitivitas 46,89% dan spesifisitas 71,48% pada laki-laki. Sementara itu, titik potong 0,50 RLPTB memiliki nilai sensitivitas 70,76% dan spesifisitas 47,23% dan titik potong 0,51 RLPTB memiliki nilai sensitivitas 66,12% dan spesifisitas 53,59% pada perempuan. Kesimpulan: pengukuran tekanan darah perlu dilakukan sebagai upaya diagnosis dini terhadap kejadian hipertensi apabila laki-laki memiliki nilai RLPTB ≥0,47 dan ≥0,50 bagi perempuan di Indonesia.
Description: lengkap
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32975
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
RENITA PERTIWI-FKIK1.67 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.