Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32936
Title: Batasan Usia Minimal Nikah Di Negara Muslim (Studi Perbandingan Negara Indonesia, Turki, Dan Maroko)
Authors: Cepi Jaya Permana
Advisors: M. Atho’ Mudzhar
Keywords: Batasan Usia Minimal Nikah di Negara Muslim (Perbandingan Negara Indonesia, Turki, dan Maroko)
Issue Date: 2016
Publisher: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract: Persoalan batas usia pernikahan sejatinya menjadi perhatian khusus bagi kita umat muslim di Indonesia, dan umumnya umat Islam di negara lain. Pentingnya mempersiapkan kematangan badan dan jiwa dalam membangun bahtera rumah tangga menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah tidak terlepas dari kematangan umur seseorang yang hendak melangsungkan ikatan perkawinan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an maupun di perjelas oleh Sabda Rasulullah SAW yang tertuang dalam berbagai riwayat Hadist tentang anjuran menikah bagi seseorang yang telah memenuhi usia baligh. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui perbedaan batas usia pernikahan di Indonesia, Turki, dan Maroko, serta faktor yang melatarbelakangi perbedaan tersebut. Disamping itu, sebagai penambah wawasan khasanah ilmu pengetahuan terkait masalah batas usia pernikahan di Dunia Islam Kontemporer, terutama sebagai pembanding negara Indonesia yaitu Turki dan Maroko. Terkait metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Penelitian Kualitatif, dengan jenis Penelitian Kepustakaan, dan dengan menggunakan pendekatan metode Analisis Perbandingan. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah: Data Primer yang diambil dari Al-Qur’an, Kitab-kitab Fikih, dan UU, dan data sekunder yaitu berasal dari Buku Referensi terkait, Jurnal, Karya Ilmiah, dan Hasil Penelitian Terdahulu. Kemudian data tersebut dianalisis dengan metode analisis perbandingan. Hasil dari kajian penulis menunjukan bahwa, batas usia pernikahan di Indonesia, Turki, dan Maroko memiliki barometer yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan setiap negara memiliki tuntutan dan kebutuhan yang berbeda seiring berkembangnya zaman. Namun, dari polemik yang ada menyangkut batas usia perkawinan setiap negara memiliki cara masing-masing dalam menyikapinya, dari mulai memberlakukan peraturan yang bersifat baku hingga bersifat fleksibel.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32936
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
CEPI JAYA PERMANA-FSH1.98 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.