Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32740
Title: Kualitas Terjemahan Media Online (Studi Kasus terhadap Terjemahan Dokumen Berita Politik dan Kekerasan dari Melayu.Palinfo.com
Authors: Khoirul Umam
Advisors: Saifullah Kamalie
Keywords: Kualitas Terjemahan Media Online
Issue Date: 21-Jun-2016
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menilai keakuratan pengalihan pesan yang dilakukan wartawan Indonesia. Penulis melakukan penelitian ini melalui metode pendekatan deskriptif-kualitatif dengan sajian studi kasus terpancang dan berorientasi pada produk, yang mengkaji aspek objektif dan efektif. Sumber data dikaji melalui sistem filterisasi yang mengerucut kepada data dokumen dan informan kunci. Dokumen yang dianalisis berupa teks berita Palinfo.com (situs berita Palestina) berbahasa Arab dan hasil terjemahannya yang diterjemahkan oleh wartawan indonesia ke dalam bahasa Indonesia. Palinfo.com sendiri sudah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Penerjemahnya pun asli orang Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah, tak terkecuali di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bahkan Anan Nurdin, wartawan media televisi Al-jazeera ikut andil dalam menerjemahkan berita ini. Informan kunci terdiri dari penulis dan juga seorang pakar bahasa Arab yang mampu menerjemahkan teks berita berbahasa Arab. Saat ini temuan penelitian mencakup pada dua berita. Di antaranya berita politik dan berita kekerasan. Berita politik menjadi berita yang rendah kualitas terjemahannya. Bahkan jika disandingkan dengan berita kekerasan, berita politiklah yang lebih rendah kualitas terjemahnnya. Padahal politik ini menjadi makanan publik bagi masyarakat dunia, khususnya objek skripsi ini, Palestina. Apalagi politik itu banyak menghasilkan diksi-diksi baru, sehingga hasil terjemahannya pun rendah. Lantas kasus ini harus dijadikan cambuk bagi wartawan yang bertugas menerjemahkan berita berbahsa Arab agar kualitasnya lebih berkelas dan dapat disandingkan dengan rubrik berita lain. Sedangkan berita kekerasan jelas kualitas terjemahannya lebih akurat dibanding berita politik. Sebab berita kekerasan memiliki sedikit diksi, bahkan diksinya sering kita temui di lingkungan masyarakat, tanpa harus hadir ke forum resmi seperti forum politik. Beda dengan berita politik yang memiliki beragam diksi, seperti aklamasi, definitif dan sebagainya
Description: vi, 62 hlm.; 30 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32740
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File SizeFormat 
KHOIRUL UMAM-FAH Umam 1112024000017.pdf2.6 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.