Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32656
Title: Citra Perempuan Dalam Syair Jahiliyah
Authors: Cahya Buana
Keywords: Citra Perempuan;Syair Jahiliyah
Issue Date: 2010
Publisher: Mocopat Offset
Citation: Perempuan Jahiliyah melulu dicitrakan negatif dalam sejarah tanpa melihat sisi lain kehidupan mereka. Buku ini mengungkap sisi-sisi lain kehidupan perempuan pada masa Jahiliyah melalui syair-syair yang digubah oleh para sastrawan masa Jahiliyah, baik laki-laki maupun perempuan.
Abstract: Melalui sudut pandang Kritik Sastra Feminis sebagai sebuah kritik yang mengkaji secara khusus perempuan dalam karya sastra, puisi Arab Jahiliyah sebagai dokumen sekaligus fakta sejarah bangsa Arab Jahiliyah yang paling otentik, memberikan gambaran yang nyata tentang citra perempuan pada masa itu. Syair-syair yang digubah oleh para penyair istana (hadlari), mengilustrasikan pada kita bahwa perempuan tidak lebih dari sekedar objek erotik kaum laki-laki dan media ekspedisi seksual kaum aristokrat. Di sisi lain, perang sebagai bagian dari budaya yang dianut bangsa Arab Jahiliyah, menciptakan citra tersendiri perempuan Jahiliyah. Syair-syair Badawi menggambarkan dua buah fenomena yang satu sama lain saling kontradiktif. Dalam interen kabilah, perempuan ditempatkan sebagai makhluk yang harus dilindungi dan dijaga kehormatannya, sebaliknya perempuan yang berasal dari luar kabilah (lawan), bagi mereka penindasan dan kekejaman adalah sebuah hal yang biasa. Berdasarkan hal tersebut, maka secara garis besar, disertasi ini membenarkan pandangan populer yang salah satunya dikemukakan oleh Ahmad Masruch Nasucha, dalam bukunya ‘Kaum Wanita dalam Pembelaan Islam’ yang menyatakan bahwa kaum perempuan pada masa Jahiliyah secara umum berada pada posisi yang lemah dan tertindas. Hal ini pun tercermin dalam syair-syair yang digubah oleh para penyair laki-laki Jahiliyah, yang mayoritas memposisikan perempuan sebagai makhluk impian, pemuas hawa nafsu, atau bahkan perempuan tidak lebih dari sekedar alat peratap kematian laki-laki, tawanan dan juga harta rampasan. Namun demikian, penelitian ini juga membuktikan kebenaran pendapat dari beberapa peneliti sebelumnya seperti Nawal el-Sa`dawi dalam bukunya ‘The Hidden Face of Eve’ yang menyatakan bahwa perempuan pada masa Jahiliyah memiliki peranan dan kontribusi yang tidak sedikit dalam kehidupan bangsa Arab. Hal ini telihat jelas dari syair-syair yang digubah oleh para penyair perempuan yang membuktikan bahwa tidak semua perempuan Jahiliyah merupakan sosok manusia yang tertindas, lemah dan tidak berdaya, sebab tidak sedikit dari mereka yang berkiprah dalam kehidupan, baik sosial, politik maupun ekonomi. Namun budaya patrialkhal dan dominasi kekuasaan laki-laki atau mungkin juga kehadiran agama Islam dengan segala interpretasinya, turut memberi andil dalam menenggelamkan peranan perempuan Jahili dalam konstruksi sejarah sosial bangsa Arab. Sebagai bahan ‘reading as women’, penelitian ini menggunakan berbagai sumber, baik yang bersifat klasik maupun modern. Sumber yang bersifat klasik terdiri dari syair-syair Jahiliyah yang terdapat dalam dîwân-dîwân seperti Dîwân Imri al-Qais, `Antarah ibn Abi Syaddâd, al-Khansâ’ dan lain-lain. Sumber lainnya adalah Mu`jam al-Nisâ al-Syâ`irat fi al-Jâhiliyah wa al-Islâm (kumpulan penyair perempuan pada masa Jahiliyah dan Islam). Adapun referensi modern di antaranya adalah buku-buku maupun data yang diperoleh dari internet yang berkaitan dengan teori-teori feminisme dan kritik sastra feminis sebagai alat untuk menganalisis syair.
Description: Buku ini diadopsi dari Disertasi tahun 2009 di Pasca Sarjana UIN Jakarta
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32656
Appears in Collections:Buku

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Citra Perempuan Dalam Syair Jahiliyah2.03 MBAdobe PDFView/Open


This item is licensed under a Creative Commons License Creative Commons