Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32257
Title: Pengaruh Berita Rancangan Undang-Undang (Ruu) Pasal Penghinaan Presiden Di Tv One Terhadap Citra Presiden Joko Widodo Di Kalangan Mahasiswa Jurnalistik Uin Syarif Hidayatullah Jakarta
Authors: Ihsan Habiburrahman
Advisors: Amirudin
Keywords: stimulus;respon;citra;Presiden Joko Widodo;jurnalistik.
Issue Date: 1-Sep-2016
Abstract: ABSTRAK Ihsan Habiburrahman, 1111051100036, Pengaruh Berita Rancangan Undang- Undang (RUU) Pasal Penghinaan Presiden di TvOne terhadap Citra Presiden Joko Widodo di Kalangan Mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta, di bawah bimbingan Amirudin, M.Si. Suatu berita yang disiarkan di televisi dapat menimbulkan berbagai respon dari masyarakat. Salah satunya berita Rancangan Undang-Undang (RUU) Pasal Penghinaan Presiden yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo. Pemberitaan yang ramai dibicarakan pada awal Agustus 2015 lalu juga tak jarang menjadi topik utama di stasiun televisi swasta, satu di antaranya adalah TvOne. Melalui salah satu programnya yaitu Apa Kabar Indonesia Pagi edisi 7 Agustus 2015, TvOne menghadirkan dua narasumber yaitu Ridwan Saidi dan Arswendo Atmowiloto. Mereka mengutarakan opini yang cenderung kontra terhadap tindakan Presiden Joko Widodo dalam mengajukan RUU yang pernah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2006 itu. Dengan adanya pendapat kedua tokoh tersebut tentu akan menghadirkan respon dari berbagai khalayak antara lain mahasiswa Jurnalistik dengan dasar-dasar ilmu jurnalisme yang dimiliki, serta mahasiswa non-Jurnalistik yang tidak memiliki dasar pengetahuan jurnalistik. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh berita RUU Pasal Penghinaan Presiden terhadap citra Presiden Joko Widodo di kalangan mahasiswa Jurnalistik. Selain itu, penulis ingin membandingkan respon mahasiswa Jurnalistik dengan mahasiswa non-Jurnalistik. Hal tersebut dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden yaitu mahasiswa Jurnalistik angkatan 2013 dan mahasiswa non-Jurnalistik UIN Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian diolah dalam bentuk statistik deskriptif meggunakan software Microsoft Excel dan SPSS. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis paired samples t-test.. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stimulus Organism Respons (S-O-R) yang dicetuskan oleh Robert Sessions Woodworth. Teori ini berasumsi bahwa media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan proses aksi yang menghasilkan reaksi. Media massa memberikan pesan yang diterima oleh khalayak dan menghasilkan tanggapan tertentu yang bisa bersifat positif maupun negatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara berita RUU Pasal Penghinaan Presiden di TvOne terhadap citra Presiden Joko Widodo di kalangan mahasiswa Jurnalistik, dibuktikan dengan nilai signifikansi > dari 0.05. Sebaliknya, berita tersebut memiliki pengaruh yang signifikan di kalangan mahasiswa non-Jurnalistik, dengan nilai signifikansi < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa mahasiswa Jurnalistik memiliki dasar pengetahuan jurnalisme yang cukup sehingga tak mudah terpengaruh dengan konstruksi realitas dalam berita RUU Pasal Peghinaan Presiden di TvOne.
Description: iX, 75 hal,; 29,5 cm
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32257
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
IHSAN HABIBURRAHMAN.PDF4.38 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.