Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32099
Title: Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Kecerdasan Emosional Anak Usia 6-12 Tahun Dalam Persepektif Pendidikan Islam
Authors: Salamatul Firdaus
Advisors: Heny Narendrany Hidayati
Keywords: Kecerdasan Emosi;Pendidikan Anak
Issue Date: 3-Aug-2016
Publisher: Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2016
Abstract: Peranan Orang Tua dalam Mendidik Kecerdasan Emosional Anak Usia 6-12 Tahun dalam Perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara orang tua mendidik kecerdasan emosional anak yang sesuai dengan perspektif pendidikan Islam, serta upaya dari orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan kecerdasan emosional anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Kualitatif dipahami sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Sedangkanpenelitian kepustakaan (library research) dimaknai sebagai segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi dari sumber-sumber pustaka yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam proses analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif analisis yang terdiri dari empat kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendidik kecerdasan emosional anak usia 6-12 tahun meliputi melatih anak untuk mengenali emosi diri, Melatih anak untuk mengelola emosi, Melatih Anak Memotivasi Diri sendiri, Melatih Anak Untuk Mengenali Emosi Orang Lain. Peran ini dapat dikenalkan oleh orang tua melalui nilai-nilai yang dipraktekkan oleh diri orang tua sendiri melalui kasih sayang afirmasif, mengajarkan tata krama, menumbuhkan empati serta mengajarkan arti kejujuran dan berpikir realistik. Tujuan dari peran ini akan lebih cepat tercapai jika orang tua menerapkan atau menggunakan pola/metode asuh otoritatif. Orang tua otoritatif menghargai kemandirian anak dan menuntut mereka untuk memenuhi standar tanggung jawab yang tinggi kepada keluarga. Anak dihargai keberadaan dan kemampuannya dengan memberikan peran dalam kehidupan sehari-hari. Rasa kepercayaan inilah yang membuat anak diakui dan dihargai keberadaannya.
Description: v, 104 hlm.; 30 cm.
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32099
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SALAMTUL FIRDAUS-FITK 2.21 MBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.