Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32073
Title: Peran C-reactive protein untuk menimbulkan risiko penyakit
Authors: Hoirun Nisa
Keywords: C-reactive protein;risiko penyakit
Issue Date: May-2016
Publisher: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Series/Report no.: Vol. 13;No. 1
Abstract: In this paper, we review current knowledge regarding the relation of C-reactive protein (CRP) to risks of cardiovascular disease, diabetes mellitus type 2, and cancer. CRP is an acute-phase protein in inflammation. Data for high-sensitivity CRP (hs-CRP) with a low detection limit of approximately 0.04 mg/L have become available over the past decade and research has shown association between high concentrations of hs-CRP and obesity as well as smoking. Expanded adipose tissue is in fact known to secrete pro-inflammatory cytokines which enhance hepatic synthesis of CRP. Moderate alcohol consumption and high physical activity have been associated with low levels of hs-CRP, but the evidence in these cases is not conclusive. It has been suggested that hs-CRP is an independent marker of the risk of cardiovascular disease, but the predictive capacity remains controversial. However, many prospective studies have observed increased risk of type 2 diabetes mellitus associated with high concentrations of hs-CRP, independent of obesity and other cardiovascular risk factors. On the other hand, no measurable increase in the risk associated with high levels of hs-CRP was observed with multivariate adjustment in several studies. A number of authors have reported that high concentrations of hs-CRP are associated with increased risks of colorectal and other cancers, but the findings again are inconsistent. Keywords: C-reactive protein, CRP, disease risk. Dalam tulisan ini akan dijelaskan hubungan C-reactive protein (CRP) dan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2, dan kanker. CRP merupakan protein inflamasi fase akut. Data untuk sensitivitas tinggi CRP (hs-CRP) dengan batas deteksi terendah sekitar 0,04 mg/L telah tersedia selama dekade terakhir dan penelitian telah menunjukkan hubungan antara konsentrasi tinggi hs-CRP dengan obesitas dan merokok. Jaringan adiposa mensekresikan sitokin pro-inflamasi yang meningkatkan sintesis hepatic CRP. Konsumsi alkohol moderat dan aktivitas fisik yang tinggi telah dikaitkan dengan rendahnya tingkat hs-CRP, namun bukti hubungan ini belum dapat disimpulkan. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa hs-CRP merupakan marker independen untuk risiko penyakit kardiovaskular, tetapi kemampuan prediktifnya masih kontroversial. Beberapa penelitian prospektif telah mengamati peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 berhubungan dengan konsentrasi tinggi hs-CRP, independen obesitas dan faktor risiko kardiovaskular lainnya. Pada beberapa penelitian, tidak ada peningkatan yang dapat dilihat pada risiko terkait dengan tingginya level hs-CRP pada analisis multivariat. Sejumlah peneliti telah melaporkan bahwa konsentrasi tinggi hs-CRP berhubungan dengan meningkatnya risiko kolorektal dan kanker lainnya, tetapi temuan ini tidak konsisten. Kata kunci: C-reaktif protein, CRP, risiko penyakit.
Description: Artikel di Jurnal Ilmiah Nasional JMI. Vol.13. No.1, Mei 2016
URI: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32073
ISSN: 0216-3799
Appears in Collections:Publisher Version

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Hoirun Nisa--JMI Vol.13 No.1 tahun 2016.pdf247.42 kBAdobe PDFView/Open


Items in UINJKT-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.